• Bisnis

Ternyata, Properti Rontok Bukan Karena Daya Beli

Eko Budhiarto | Jum'at, 13/11/2020 10:04 WIB
Ternyata, Properti Rontok Bukan Karena Daya Beli Ilustrasi

Katakini.com - Penjualan Properti menurun bukan dipicu oleh penurunan daya beli konsumen. Daya beli ditengarai tertahan selama pandemi covid-19, bukan menurun.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Pengamat properti sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam diskusi virtual bertajuk Siasat Industri Menghalau Gempuran Corona, Kamis (12/11/2020).

"Penurunan pasar properti saat ini bukan karena tidak ada daya beli, daya beli ada, tapi tertahan," ungkap Ali

Menurutnya, hal ini terbukti dengan tingginya jumlah simpanan masyarakat di perbankan. Tercatat, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan mencapai Rp6.383,8 triliun per September 2020.

DPK tumbuh 12,2 persen secara tahunan sampai periode itu. Dana itu mengendap di bank dan tak disalurkan menjadi kredit sehingga pertumbuhannya hanya 0,12 persen.

"Kalau dilihat DPK bank itu tinggi, tabungan naik, meski ini juga kekhawatiran karena jangan sampai semua disimpan di bank, nanti ekonomi tidak gerak," ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya, penjualan rumah turun karena masyarakat lebih memilih untuk berjaga-jaga di tengah pandemi. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih rumah dengan harga yang lebih murah ketika tetap melakukan pembelian rumah.

"Ada penurunan pembelian ke segmen yang lebih rendah, bergeser ke yang lebih rendah, misalnya yang dulu beli Rp1 miliar sekarang cuma Rp700 juta.