• News

Presiden Jokowi Minta Bahlil dan Luhut Perbaiki Capaian Investasi

yahya | Senin, 02/11/2020 21:47 WIB

Presiden Jokowi Minta Bahlil dan Luhut Perbaiki Capaian Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Foto: merdeka

Katakini.com - Presiden Indonesia, Joko Widodo meminta agar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan Menko Marinvest Luhut Panjaitan memperbaiki capaian investasi.

Jokowi berharap target realisasi investasi pada tahun ini dapat tercapai dikuartal ke IV tahun ini.

BKPM sendiri menargetkan investasi pada tahun ini sebesar Rp817,2 triliun, namun hingga kuartal III baru tercapai Rp611,6 triliun atau sekira 74,8%.

"Saya sebenarnya sudah mewanti-wanti pada Kepala BKPM dan Menko Marinvest, agar paling tidak dikuartal ke III ini paling tidak minus dibawah 5%. Tapi ternyata belum bisa, oleh sebab itu agar ini dikejar di kuartal ke IV dan nanti dikuartal I 2021 Januari, Februari dan Maret sudah mulai bergerak lagi," kata Presiden Jokowi saat memberi arahan kepada jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju pada Sidang Paripurna di Istana Negara, Senin (2/11/2020).

Presiden mengatakan bahwa, realisasi investasi pada kuartal ke IV tahun ini masih akan mengalami pertumbuhan minus. Setidaknya akan tumbuh minus 5-6% hingga akhir tahun. Pandemi Covid-19 menurutnya masih menjadi momok bagi para investor untuk berinvestasi.

"Tapi kita nanti tunggu itung-itungan dari BPS, kurang lebih mungkin 6% minusnya," ujar Presiden Jokowi.

Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM mencatat di kuartal ke III realisasi investasi yang masuk sebesar Rp209 triliun. Capaian tersebut tumbuh sebesar 8,9% jika dibandingkan dengan kuartal ke II. Padahal dikuartal ke II tumbuh minus 4,3%.

"Saya ingin mengingatkan bahwa kesempatan untuk memperbaiki investasi itu kita diberikan peluang, karena kemarin Generalized System of Preferences (GSP)  untuk masuk ke Amerika sudah diberikan perpanjangan. Sehingga ini menjadi kesempatan karena kita adalah satu-satunya negara di Asia yang mendapat fasilitas  ini, dsnbkita harapkan ekspor kita akan bisa melompat karena fasilitas GSP ini," katanya.

Untuk diketahui, keputusan Amerika Serikat melalui United States Trade Representative (USTR) untuk memperpanjang pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia, jelas menguntungkan Indonesia untuk memperbaiki investasi di Indonesia.