Efek angin topan di filipina
JAKARTA, katakini.com – Setidaknya 10 orang meninggal dan lebih dari dua juta lainnya terdampak ketika topan Rolly atau Goni melanda Bicol dan sebagian Luzon, Filipina, menurut Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) pada Senin.
Juru bicara NDRRMC Ricardo Jalad pada Senin mengatakan ada 372.653 keluarga atau 2.068.085 orang terdampak yang tersebar di 12 wilayah, kutip the Philippine Star.
Sementara itu 108.555 keluarga atau 389.867 orang mengungsi ke 5.404 sekolah yang dijadikan pusat evakuasi.
Topan juga merusak tujuh ruas jalan, empat jembatan dan mengganggu distribusi air bersih. Dilansir dari Anadolu.
Sedang pemadaman listrik terjadi di 125 kota atau kotamadya di wilayah Ilocos, Mimaropa, Bicol dan Central Visayas.
Goni mendarat pertama kali di Bato, Catanduanes, pada Minggu pukul 4.50 pagi.
Biro cuaca PAGASA mengatakan pagi ini Goni terletak di 100 kilometer sebelah barat daya Teluk Sabic dan bergerak dengan kecepatan 65 kilometer per jam.
PAGASA memperkirakan Goni akan melemah dan meninggalkan wilayah Filipina pada Selasa pagi.