• News

Pandemi Covid-19 Dianggap Persulit Tranformasi Energi Terbarukan

yahya | Jum'at, 09/10/2020 22:15 WIB

 Pandemi Covid-19 Dianggap Persulit Tranformasi Energi Terbarukan Menteri ESDM Arifin Tasrif

Katakini.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini diklaim menyulitkan pemerintah untuk melakukan transformasi energi. Hal itu mengingat kebutuhan energi Indonesia sangat tergantung dari impor, utamanya yang berasal dari fosil.

Sementara penggunaan energi terbarukan (EBT) masih sangat kecil prosentasenya. Padahal dengan EBT ketahanan energi jelas lebih handal serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"EBT tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berketahanan dan berkelanjutan. Namun, juga berdampak signifkan bagi pengurangan emisi gas rumah kaca, dan mendorong penciptaan lapangan kerja baru," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dalam acara Launching The 9th Indo EBTKE ConEx 2020 secara virtual di Jakarta, Jum`at (9/10/2020).

Menurut Arifin, pandemi Covid-19 memang menghambat penyediaan energi bagi masyarakat yang berkelanjutan. Akan tetapi pemerintah tetap akan bekerja keras menyediakan energi khususnya terbarukan.

"Pemanfaatan energi kita saat ini masih mengandalkan energi yang berbasis fosil. Oleh sebabnya diantaranya disubsidi oleh pemerintah yang berasal dari impor. Sehingga terjadi transformasi energi untuk mengurangi penggunaan energi fosil pada seluruh sektor, termasuk diantaranya sektor transportasi ke energi baru terbarukan," ujar Arifin.

Terkait pengembangan energi terbarukan, menurutnya, hal itu bisa menjadi salah satu strategi bagi Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. Terlebih Indonesia memiliki potensi EBT dengan kekuatan yang cukup besar yaitu lebih dari 400 Giga Watt. Sementara yang baru bisa dimanfatkan adalah sebesar 2,5%.