Presiden AS Donald Trump
Katakini.com - Tim medis memantau secara intensif kondisi paru-paru Presiden AS Donald Trump, setelah dinyatakan terpapar covid-19. Pemantauan dilakukan setelah sang presiden mengalami penurunan kadar oksigen.
Kondisi Trump dilaporkan sempat memburuk pada Jumat (2/10/2020) aktu setempat.Namun, pada Minggu (4/10/2020) dikabarkan membaik, dan tim medis tengah memantau kondisi paru-paru sang presiden.
Pemantauan paru-paru, seperti dikutip Reuters, Senin (5/10/2020), dilakukan setelah tim medis memberikan oksigen tambahan pada Jumat. Disebutkan, bahwa setelah diterbangkan ke Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed pada Jumat, Trump juga telah menerima dua dosis obat antivirus Remdesivir, serta obat steroid deksametason, yang digunakan untuk kasus parah.
Dr. Sean P. Conley mengakui bahwa kadar oksigen dalam darah Trump menurun dalam beberapa hari sebelumnya dan mengalami demam tinggi pada Jumat pagi. Dia menambahkan, bahwa kondisi presiden memburuk dari yang dilaporkan sebelumnya. Namun Conley menyebutkan bahwa kondisi Trump membaik pada Minggu.
Trump selama ini seringkali meremehkan risiko pandemi COVID-19, yang telah menginfeksi 7,4 juta warga Amerika, menelan lebih dari 209.000 korban jiwa dan menyebabkan ekonomi babak belur yang berujung pada hilangnya jutaan pekerjaan.
Ditanya mengenai pemeriksaan apa yang mengungkapkan kondisi paru-paru Trump, Conley menjawab: "Ada sejumlah temuan perkiraan, namun tidak ada masalah klinis yang berarti."
Tanggapan Conley menunjukkan bahwa sinar X mengungkapkan tanda-tanda pneumonia (radang paru-paru), kata Dr. Amesh Adalja, spesialis penyakit menular di Universitas Johns Hopkins.
"Temuan yang diprediksikan yaitu Trump terbukti mengalami pneumonia dalam sinar X. Jika itu normal mereka akan dikatakan normal," pungkas Adalja.