• News

Meski Omset Turun, Presiden Minta Pedagang Kecil Tetap Jualan

yahya | Rabu, 30/09/2020 18:51 WIB

Meski Omset Turun, Presiden Minta Pedagang Kecil Tetap Jualan Ilustrasi pedagang di Pasar Tradisional Surabaya, Jawa Timur.

Katakini.com - Presiden Indonesia, Joko Widodo meminta agar para pedagang kecil tetap berjualan meskipun omzetnya turun.

"Yang paling penting jangan sampai usaha bapak-ibu ini tutup, harus bertahan sampai keadaan kembali normal," kata Presiden Jokowi dihadapan puluhan pedagang penerima bantuan modal usaha langsung dari pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Pemerintah memberikan bantuan modal senilai Rp2,4 juta per pedagang kecil.

Menurut Jokowi, disaat pandemi Covid-19 masih terjadi, roda perekonomian tetap harus bergerak. Meskipun hal itu dimulai dari yang paling bawah. Karena alasan tersebutlah, pemerintah memberikan bantuan senilai Rp2,4 juta untuk meringankan beban pedagang.

"Kita tahu semuanya, kondisinya tidak mudah.  Kondisinya semuanya berada pada posisi yang sulit, baik itu pengusaha gede, pengusaha menengah, pengusaha kecil atau pengusaha mikro. Semuanya kondisinya sulit, tidak ada yang mudah. Termasuk negara juga sama, dan itu tidak dialami kita negara Indonesia, tetapi 215 negara mengalami hal yang persis sama. Artinya ini pandemi seluruh dunia," ujar Jokowi.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengalokasikan anggaran bagi koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan total Rp124 triliun.

Anggaran tersebut mencakup insentif pajak, relaksasi dan restrukturisasi kredit dan perluasan modal kerja UMKM untuk menekan dampak pandemi, khususnya pada masyarakat menengah ke bawah.

Dalam aspek insentif pajak, target alokasi anggaran sebesar Rp2,4 triliun, relaksasi dan restrukturisasi sebesar Rp114,06 triliun. Sementara perluasan modal kerja UMKM sebesar Rp7 triliun.

Selain itu juga ada  Bantuan Presiden (Banpres Produktif) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 12 juta pengusaha mikro senilai Rp22 triliun. Namun hingga 21 September 2020 baru tersalurkan Rp14,1 triliun kepada 5,9 juta penerima.