Kunjungan Presiden Jokowi ke Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Jakarta, Rabu (10/6/2020).
Katakini.com - Presiden Indonesia, Joko Widodo menilai bahwa, pembatasan sosial berskala lokal baik ditingkat RT atau RW lebih efektif dibanding melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Hal itu dikarenakan tidak semua wilayah baik kabupaten atau kota dalam sebuah provinsi dalam status zona merah Covid-19. Dengan begitu, penangannya lebih detail dan tentunya roda perekonomian tetap berjalan.
"Terapkan intervensi berbasis lokal, strategi pembatasan berskala lokal baik ditingkat RT, RW, desa dan ditingkat kampung. Sehingga penangannya lebih detail dan bisa lebih fokus, karena dalam sebuah provinsi misalnya tidak semuanya berada dalam posisi merah semuanya," kata Presiden Indonesia, Joko Widodo pada Rapat Terbatas Laporan Komitr Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual di Istana Negara Jakarta, Senin (14/9/2020).
Presiden Jokowi mengatakan, dengan pendekatan intervensi lokal menurutnya lebih efektif menangani penyebaran Covid-19.Selain itu, juga lebih mudah pemerintah dalam memetakan lokasi mana yang berada dalam zona merah, orange, kuning dan hijau.
"Itu semua memerlukan treatment dan perlakuannya berbeda-beda. Oleh sebab itu sekali lagi strategi intervensi berbasis lokal penting sekali untuk dilakukan," katanya.
Terkait permintaan pembatasan sosial berskala kecil tersebut, Mantan Walikota Solo tersebut meminta kepada pemimpin daerah agar tidak gegabah dalam melakukan PSBB. Baik ditingkat provinsi, kabupaten atau kota. Sehingga diharapkan dapat lebih cepat menyelesaikan permasalahan dilapangan."Sekali lagi manajemen penanganan cluster-cluster tingkat lokal ini yang diutamakan, terutama di 8 provinsi yang menjadi prioritas yang sudah sejak dua bulan yang lalu saya sampaikan," ujar Jokowi.