Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu (foto:gatra)
Katakini.com - Uni Eropa harus menolak tekanan dan pemerasan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Pernyataan ini disampaikan Kanselir Austria, Sebastian Kurz yang kemudian dikecam oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu.
"Ancaman utama bagi UE dan nilai-nilainya adalah ideologi yang terdistorsi yang diwakili oleh Sebastian Kurz," kata Cavusoglu di Twitter dikutip dari Ahval pada Minggu (6/9).
"Politik jelek yang didasarkan pada xenofobia, rasisme, dan Islamofobia ini adalah pola pikir yang sakit-sakitan di zaman kita," tegas dia.
Pada 2016, UE dan Turki mencapai kesepakatan untuk mencegah gelombang pengungsi dan pencari suaka menyeberang ke Eropa di mana Turki menerima miliaran euro sebagai imbalan. Namun, ketika rezim Suriah memulai serangannya di Idlib, yang merupakan rumah bagi berbagai milisi yang didukung Ankara, Turki membuka perbatasannya.
Dengan dibukanya perbatasan itu untuk memungkinkan pengungsi mengalir ke Eropa sebagai cara untuk membuat UE menekan Damaskus untuk menghentikan serangan.
Bukan itu saja, Pada Rabu lalu, Kurz menuduh Erdoğan menggunakan para migran yang dikumpulkan di perbatasan Yunani sebagai senjata melawan Uni Eropa, selama wawancara di televisi Austria mengenai peringatan kelima krisis pengungsi.
"Jika kita menyerah pada Erdogan dan Turki, maka selamat malam, Eropa," kata Kurz.