• News

Pemerintah Siapkan 1,5 Juta Tenaga Medis untuk Vaksinasi

yahya | Kamis, 03/09/2020 16:07 WIB

Pemerintah Siapkan 1,5 Juta Tenaga Medis untuk Vaksinasi Vaksin Covid-19 produksi Sinovac China. Foto: okezone

Katakini.com - Pemerintah menyiapkan sebanyak 1,5 juta tenaga medis  (dokter, perawat dan bidan) untuk melakukan penyuntikan vaksin virus Covid-19 kepada masyarakat Indonesia.

Penyuntikan atau vaksinasi tersebut diharapkan paling cepat akhir tahun ini sudah bisa dilakukan.

Saat ini vaksin tersebut sedang dalam importasi dari negara China dan Uni Emirat Arab sebanyak 20-30 juta dosis vaksin.

"Alhamdulillah hari ini dikomunikasikan, itu jumlahnya untuk dokter, perawat, bidan termasuk juga dokter perawat yang ada di TNI dan Polri itu 1,5 juta," kata Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Erick mengatakan, kepastian sebanyak 1,5 juta tenaga medis yang akan dipekerjakan untuk melakukan vaksinasi didapat usai tim satgas mengadakan pertemuan hari ini dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Dari pertemuan tersebut tim satgas melakukan maping apa saja yang akan dilakukan untuk mensuksekan agenda tersebut. Baik data orang yang akan di vaksinasi dan jumlah tenaga medis yang akan dilibatkan.

"Kita ingin memappingkan daripada jumlah dokter, perawat dan bidan yang bisa membantu TNI Polri. Selain itu, tentunya juga pihak-pihak lain seperti PMI dan juga dari diknas, calon dokter, calon perawat juga bisa bantu untuk supaya imunisasi ini bisa berjalan dengan baik," ujar dia.

Terkait tim medis yang akan bertugas melakukan vaksinasi, menurutnya petugas medis tersebut terlebih dahulu akan dilakukan vaksinasi. Hal itu mengingat mereka adalah garda terdepan dalam penanganan virus Covid-19.

"Tentu 1,5 juta ini juga harus dipastikan mendapat vaksin duluan, beliau-beliau harus disuntik duluan karena beliau yang terdepan beliau beliau ini," kata Erick.