PT Pupuk Indonesia
Katakini.com -Sedikitnya 1 juta pupuk bersubsidi siap didistribusikan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) kepada petani ke seluruh daerah.
Saat ini volume stok tersedia adalah sebanyak 1.045.261 ton, yang terdapat mulai dari lini I sampai dengan lini IV. Total stok pupuk tersebut terdiri dari 845.441 ton Urea, 87.297 ton NPK, 51.060 ton SP-36, 21.086 ton ZA, dan 40.378 organik.
"Sebagian besar volume stok telah tersedia di lini III dengan jumlah sebesar 567.029 ton, dan siap didistribusikan ke lini IV, serta disalurkan kepada petani secara merata ke seluruh Indonesia jika sudah mendapat instruksi," kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana di Jakarta, Senin (31/8/2020).
"Jumlah stok pupuk tersebut dipenuhi oleh lima anak perusahaan Pupuk Indonesia, antara lain PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja," katanya.
"Stok tersebut tersedia mulai dari lini I hingga lini III dan kios-kios pupuk resmi. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang alokasi pupuk bersubsidinya belum tercukupi, dan bagi petani yang tidak terdaftar dalam e-RDKK. Sehingga Kami bisa tetap memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani dan produktivitas sektor pertanian pun dapat terjaga," ujarnya.
Data Perseroan sampai dengan 26 Agustus 2020, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 6.001.932 ton, atau setara 76% dari alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020.Selain itu, penyaluran pupuk bersubsidi tersebut juga dilakukan sesuai aturan alokasi dan hanya kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani dan terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang dikelola Kementerian Pertanian.
"Komitmen Pupuk Indonesia sebagai BUMN terhadap penugasannya, kami terus mengoptimalkan proses distribusi pupuk bersubsidi kepada petani agar tetap berjalan lancar dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian," kata Wijaya.