Ilustrasi UMKM
Katakini.com - Pemerintah mencatat ada sekira 1,6 juta pelaku UMKM dan IKM yang telah masuk kedalam ekosistem digital. Dengan begitu, pemasaran produk UMKM dapat lebih luas dipasar global.
Namun, tanpa adanya kerjasama dari berbagai pihak maka target tersebut sulit dicapai.
"Dengan kerjasama kita bisa mendorong lebih dari 1,6 juta UMKM dan IKM untuk masuk kedalam ekosistem digital semenjak 14 Mei yang lalu. Angka ini sudah mencapai 83%-85% dari target 2 juta UMKM sebagaimana arahan Bapak Presiden," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Minggu (30/8/2020).
Luhut mengatakan bahwa, untuk mendorong sektor perekonomian nasional, pemerintah mengandalkan sektor UMKM sebagai penggerak utama kebangkitan ekonomi dimasa pandemi Covid-19. Salah satunya adalah dengan mempercepat penyerapan APBN dan progam PEN (Percepatan Ekonomi Nasional)."Langkah strategisnya kita adalah dengan mempercepat penyerapan anggaran APBN dan PEN. Saat ini penyerapan PEN lebih dari 25%," katanya.
Lebih lanjut Luhut mengatakan, pandemi Covid-19 harusnya bukan menjadi musuh yang harus ditakuti tapi dijadikan momentum untuk bertranformasi lebih baik lagi dalam segala hal."Presiden selalu mengingatkan kami dan kita semua agar kita mendorong lebih cepat lagi peluang-peluang yang ada. Kapan lagi kita mendapat peluang seperti ini lagi. Karena itu Presiden Jokowi begitu keras, begitu aktif, bertanggung jawab dan berani turun kebawah melihat kita semua memberikan perlindungan buat kita semua," ujar Luhut.
Seperti diketahui untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi, salah satunya adalah hibah bantuan modal sebesar Rp2,4 juta kepada 12 juta pelaku UMKM.