"Tepatnya berlokasi di darat, pada jarak 26 kilometer Barat Daya Kabupaten Pidie Jaya pada kedalaman 10 kilometer," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar, Dhati Cipto Kuncoro, Kamis (20/8/2020).
Ia menjelaskan, setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal, akibat aktivitas sesar Sumatera pada segmen Aceh.
Dia mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa peristiwa
gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser.
Akibatnya, masyarakat merasakan guncangan khususnya di wilayah Banda
Aceh dan Pidie Jaya dengan skala intensitas III MMI. Kemudian juga di Nagan Raya, Bener Meriah,
Aceh Jaya dengan skala intensitas II MMI.
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak
gempa bumi tersebut. Gempa ini tidak berpotensi tsunami," ujar Djati.
Hasil pemantauan BMKG, setelah
gempa tersebut bahwa belum terlihat aktivitas yang menunjukkan
gempa susulan. Namun warga diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak dapat jelas kebenarannya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya Okta Handipa mengatakan bahwa masyarakat setempat sangat merasakan getaran
gempa bumi tersebut.
"Iya informasi saya dapat
gempa magnitudo 5,0 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, jadi wajar kalau memang sangat terasa," kata Okta, saat dihubungi dari Banda
Aceh.
Okta menyebutkan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait warga yang terdampak. Tim Pusdalops BPBD Pidie Jaya sedang di lapangan untuk melakukan pemantauan kondisi di tengah masyarakat pasca
gempa.
"Saya belum dapa informasi ada terdampak atau tidak, sedang kita monitor di lapangan untuk mengumpulkan informasi," ujarnya.