Destinasi Pariwisata Gili Trawangan, NTB
Katakini.com - Pemerintah fokus kembangkan turis lokal untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang terpuruk saat ini.
Sementara wisatawan manca negara dilarang melakukan kunjungan hingga akhir tahun.
"Turis asing kita pikir sampai akhir tahun belum akan terima. Biar saja kita dulu konsolidasi sendiri," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, M Luhut Binsar Pandjaitan pada acara Rakornas Apindo di Jakarta, Kamis (13/8/2020).
Luhut mengatakan bahwa, melihat situasi dan kondisi yang ada saat ini pemerintah belum mengizinkan turis manca negara untuk berkunjung ke Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga punya keyakinan bahwa turis lokal juga mampu memberi kontribusi yang tinggi bagi perekonomian nasional. Keyakinan itu menurutnya dilihat dari beberapa aspek seperti batalnya kenaikan haji, ditundanya umrah dan batalnya orang Indonesia yang akan berwisata ataupun berobat ke luar negeri.
Dari hitungan pemerintah kata Luhut, maka akan menghasilkan puluhan miliar dollar.
"Saya lapor ke Presiden kemarin. Duit di kita ini cukup banyak, kan yang Umroh tidak ada. Itu setiap tahun hampir 500.000-1 juta orang. Kan itu orang yang punya dana, yang Umroh. Kemudian juga orang yang berobat ke Singapura, ke Penang di Malaysia kan nggak berobat. Dan itu hampir semua kita hitung, mungkin hampir puluhan miliar dolar (Amerika Serikat/AS). Nah itu kita ingin belanjakan dalam negeri," ujar Luhut.
Terkait pengembangan turis lokal, pemerintah beberapa minggu yang lalu telah membuka lokasi wisata di Bali dan Banyuwangi Jawa Timur. Setelah dua minggu dibuka ternyata tidak ada peningkatan kasus penyebaran virus Covid-19. Bahkan trennya cenderung menurun diwilayah tersebut. Karena itu, pemerintah juga berencana membuka beberapa wisata di wilayah lain.
"Pemulihan sektor pariwisata ini perlu waktu dan tidak mudah, dan ini yang paling cepat sebenarnya 10 bulan. Kita sudah buka mulai dari Bali dan Banyuwangi. Kita bersyukur ternyata setelah dua minggu angka penyebaran Covid-19 di Bali tetap menurun," ujar Luhut.
Pemerintah optimistis bahwa, masyarakat Indonesia kelas menengah ke atas yang memiliki kemampuan finansial lebih akan membelanjakan uangnya dengan berwisata di dalam negeri.