• News

Fadel Berharap Pidato Presiden di Sidang Tahunan MPR RI Bangkitkan Harapan Masyarakat

yahya | Senin, 10/08/2020 18:55 WIB

Fadel Berharap Pidato Presiden di Sidang Tahunan MPR RI Bangkitkan Harapan Masyarakat Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad

Katakini.com - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad berharap pada pada sidang tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2020), Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato yang dapat memberikan harapan bagi masyarakat untuk bertahan dan mampu melewati masa krisis akibat pandemi Covid-19.

"Kami berharap pidato Presiden Jokowi dalam sidang tahunan MPR nanti mampu mebangkitkan harapan masyarakat untuk segera keluar dari krisis akibat Covid-19," kata Fadel dalam diskusi Empat Pilar dengan tema "Sidang Tahunan MPR, Optimisme dan Harapan di Tengah Pandemi" di Media Center MPR, DPR, dan DPD Jakarta, Senin (10/8/2020).

Fadel sendiri mengaku pimpinan MPR sudah mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat dan membahas banyak hal, termasuk mencegah krisis agar tidak lebih serius.

“Dalam 45 hingga 90 hari ke depan, harus sudah ada terobosan baru yang dilakukan pemererintah. Jika tidak, kita akan memasuki masa yang lebih sulit menjelang akhir tahun nanti. Saya tidak bisa membayangkan berapa lama kita akan terpuruk,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi Covid-19 masih belum bisa dibendung. Dampaknya pun luar biasa, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Bahkan dampak ekonomi kian terasa dengan ancaman krisis yang semakin nyata.

Untuk itu, pemerintah harus segera membuat terobosan agar krisis ekonomi yang mulai terasa tidak semakin dalam.

"Menurut pengamatan kami, trennya semakin hari semakin memburuk. Daya beli masyarakat semakin berkurang, demand hampir tidak ada. Hotel-hotel baru menggeliat sedikit, orang bepergian naik pesawat juga sangat rendah, dan semua dalam keadaan ekstra hati-hati," kata Fadel.

Menurut Fadel, salah satu yang dapat mencegah krisis adalah belanja negara, baik melalui APBN maupun APBD.

APBN dan APBD mutlak harus segera dibelanjakan. Fakta yang ada, daya serapnya hampir semua kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah masih kecil.

"Harus ada terobosan untuk mempercepat penyerapan anggaran," ujar Fadel.

Salah satu terobosannya adalah membuat mekanisme belanja anggaran yang lebih fleksibel, tidak terlalu kaku dan ketat seperti di masa normal, dengan tetap menjunjung transparansi dan kehati-hatian.