Ilustrasi Google
Katakini.com - Perusahaan induk Google, Alphabet, menutup pintu bagi masuknya situs dan aplikasi yang menyiarkan iklan teori konspirasi virus corona (covid-19). Iklan ini pun disebut sebagai "konten berbahaya".
Raksasa mesin pencari itu memperbaiki kebijakannya ketika COVID-19 terus berkecamuk di seluruh Amerika Serikat. Di sisi lain, perusahaan periklanan digital, seperti Google dan Facebook, menghadapi permintaan untuk berbuat lebih banyak dalam menekan informasi yang salah.
Seperti dikutip Reuters, Sabtu (18/7/2020), konten iklan yang tidak diizinkan adalah yang berkaitan dengan teori konspirasi. Google telah melarang iklan dengan konten berbahaya, seperti obat penyembuh "ajaib" atau yang mempromosikan gerakan anti-vaksinasi.
Kebijakan baru tersebut juga akan melarang pengiklan membuat konten mereka sendiri yang mempromosikan teori konspirasi virus corona.
Google hanya mengizinkan lembaga tertentu untuk menjalankan iklan tentang pandemi virus corona, termasuk organisasi pemerintah dan penyedia layanan kesehatan, untuk mencegah kegiatan seperti menaikkan harga pasokan medis.