Ilustrasi Pelemahan Rupiah
Katakini.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (10/7/2020) pagi melemah 29 poin atau 0,2 persen, menjadi Rp14.424 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.395 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring kekhawatiran eskalasi kasus positif COVID-19.
"Kekhawatiran peningkatan penularan kasus COVID-19 global kembali menjadi sentimen negatif yang bisa menekan pergerakan aset berisiko di sesi Asia hari ini, termasuk rupiah, " kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Jumat (10/7/2020).
Data penularan COVID-19 di Indonesia sendiri juga terus menunjukkan kenaikan dan belum melandai.
"Kekhawatiran ini menutupi potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi," ujar Ariston.
Sementara itu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat kembali tertekan ke kisaran 0,615 persen, turun sekitar 7 persen dari penutupan perdagangan Rabu (8/7).
Menurut Ariston, hal tersebut mengindikasikan pasar kembali mencari aset aman sebagai alternatif investasi dengan memegang aset dollar AS.
Di pasar AS semalam, data klaim tunjangan pengangguran AS yang lebih baik dari prediksi, tidak mampu menahan kekhawatiran pasar terhadap naiknya kasus COVID-19.