• News

Angkasa Pura II Terapkan Bio & Cybersecurity di 19 Bandara

yahya | Kamis, 09/07/2020 22:41 WIB

Angkasa Pura II Terapkan Bio & Cybersecurity di 19 Bandara Proses pemeriksaan dokumen kesehatan bebas Covid-19 bagi para calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: AP II

Katakini.com – PT Angkasa Pura II (Persero) bersama dengan stakeholder penerbangan nasional berupaya keras mewujudkan penerbangan dengan mengedepankan aspek kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satu upayanya, selain menerapkan phisycal security seperti yang dilakukan saat kondisi normal, Angkasa Pura II menerapkan Bio-Security dan Cybersecurity di  19 bandara yang dikelolanya.

“Di saat bersamaan, PT Angkasa Pura II juga meningkatkan aspek keamanan guna pencegahan Covid-19 di seluruh bandara yang dikelola perseroan,” kata President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, di saat situasi normal, keamanan di bandara hanya fokus pada ancaman kriminalitas, terorisme dan ancaman lainnya.

Di saat kondisi normal, aspek keamanan bandara fokus melakukan apa yang disebut dengan Physical Security.

Personel di bandara menjaga akses publik dan akses terbatas di bandara (Access ProtectionI, lalu melakukan pemeriksaan terhadap calon penumpang pesawat guna memastikan tidak ada benda berbahaya di pesawat (Security Screening), dan melakukan profiling untuk menemukan ancaman (Profiling Intelligence).

Kemudian, pada fase new normal di tengah pandemi ini kapasitas keamanan bandara diperluas dengan dijalankannya Bio-Security.

Di tengah kebiasaan baru atau new normal, keamanan bandara diperluas sehingga selain menjalankan Physical Security, bandara juga fokus pada Bio-Security guna memastikan adanya jaga jarak (Physical Distancing), pengawasan terhadap kesehatan (Health Screening), menyediakan fasilitas yang dapat berjalan tanpa sentuhan [Touchless Processing], memastikan kebersihan (Cleanliness & Sanitizing) dan memastikan kesehatan karyawan (People Protection),” jelas Muhammad Awaluddin.

“Jalannya Physical Security dan Bio-Security di PT Angkasa Pura II ini kemudian juga didukung teknologi yang diperkuat dengan Cybersecurity,” katanya.

Ia menegaskan, sektor penerbangan sangat bergantung pada integrasi berbagai sistem yang kompleks dan perlu dilindungi secara holistik, karena itu kami juga fokus pada Cybersecurity.

“Physical Security dan Bio-Security, didukung dengan Cybersecurity, kini menjadi new normal keamanan di bandara, memastikan keamanan pada tahap pre-journey, pre-flight, in-flight dan post-flight,” ujar Muhammad Awaluddin.

 

Aspek keamanan pada fase New Normal 

Adapun protokol keamanan tahap pre-journey pada fase new normal misalnya penggunaan aplikasi Travelation PT Angkasa Pura II untuk mengunggah dokumen-dokumen syarat perjalanan.

Kemudian, protokol keamanan pada tahap pre-flight fase new normal antara lain dijalankan dengan pemeriksaan temperatur, fasilitas UV-sterilizer, restoran dan lounge yang higienis, proses boarding dengan menjaga jarak dan sebagainya.

Sementara itu protokol keamanan pada tahap in-flight fase new normal di bandara misalnya dilakukan proses disinfeksi di  pada pesawat yang baru landing.

Pada protokol keamanan tahap post-flight fase new normal, antara lain dilakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan disinfeksi bagasi tercatat.

“Physical Security, Bio-Security dan Cybersecurity saat ini sudah berjalan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan pintu gerbang utama Indonesia dan bandara terbesar di dalam negeri, serta juga berjalan di 18 bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura II guna menjaga penerbangan aman dari Covid-19,” ujar Muhammad Awaluddin.