Ilustrasi
Katakini.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 147 penelitian vaksin Covid-19 di seluruh dunia. Penelitian di tiga negara disebut telah memasuki fase uji klinis.
Fox Business seperti dikutip, Minggu (5/7/2020), melaporkan kandidat vaksin yang diteliti di AS, China, dan Inggris, menunjukkan perkembangan yang menjanjikan sejauh ini.
Berikut rinciannya:
Amerika Serikat
Presiden AS Donald Trump mengumumkan Operation Warp Speed Mei lalu untuk pengembangan vaksin pada akhir 2020. Anggaran yang disediakan pemerintah mencapai US$ 10 miliar.
Perusahaan Bioteknologi, Moderna, memimpin perlombaan untuk memperoleh vaksin Covid-19. Moderna menargetkan kandidat vaksin, yang menggunakan messenger RNA, memasuki fase III bulan ini.
Sementara itu, raksasa farmasi AS, Pfizer, juga sudah melaporkan hasil positif pengembangan kandidat vaksin bersama perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech. Mereka mengklaim uji coba fase II kepada sejumlah orang telah berhasil.
Perusahaan AS lainnya seperti Inovio dan Novavax juga terus mengembangkan kandidat vaksin.
China
Di Negeri Tirai Bambu, CanSino Biologics bekerja sama dengan Beijing Institute of Biotechnology sudah memasuki fase III pengembangan vaksin. Pemerintah China pun sudah menyetujui pengujian vaksin kepada Tentara Pembebasan Rakyat China minggu ini.
The Wall Street Journal melaporkan dua perusahaan pembuat obat asal China akan segera melakukan uji coba fase III di Brasil dan Uni Emirat Arab (UEA).
United Kingdom (Inggris Raya)
Di Inggris Raya, AstraZeneca bekerja sama dengan Universitas Oxford, sudah memasuki fase III pengembangan vaksin. Pimpinan proyek itu, yakni Profesor Sarah Gilbert, mengatakan hasil awal positif.
"Ini adalah sesuatu yang harus kita uji dan ikuti dari waktu ke waktu. Kita tidak tahu sampai kita benar-benar memiliki data. Tetapi kita optimistis berdasarkan studi sebelumnya bahwa kita akan melihat durasi kekebalan yang lebih baik, setidaknya untuk beberapa tahun, dan mungkin lebih baik daripada kekebalan yang didapat secara alami," kata Gilbert.