• News

Korban Longsor Bogor Dapat Dana Jadup Rp3,7 Miliar

Budi Wiryawan | Minggu, 28/06/2020 14:10 WIB

Korban Longsor Bogor Dapat Dana Jadup Rp3,7 Miliar Ilustrasi rupiah.

Katakini.com - Kementerian Sosial (Kemsos) serahkan dana jaminan hidup (jadup) sebesar Rp3,7 miliar kepada 4.000 keluarga korban bencana longsor di empat kecamatan di Kabupaten Bogor. Setiap keluarga mendapatkan uang tunai Rp 300.000 sebagai jadup selama satu bulan.

Direktur Perlindungan Sosial Perlindungan Korban Bencana Alam Kemsos Safii Nasution menjelaskan sebanyak 4.188 KK atau 12.403 jiwa mendapatkan bantuan jaminan hidup senilai Rp 3,7 miliar.

Perinciannya Kecamatan Nanggung sebanyak 933 KK atau 3.170 jiwa. Kecamatan Cigudeg sebanyak 536 KK atau 2.051 jiwa, Kecamatan Sukajaya sebanyak 2.704 KK atau 7.106 jiwa dan Kecamatan Jasinga sebanyak 15 KK atau 76 jiwa.

“Jadub ini dibagikan sebesar Rp 10.000 per jiwa per hari selama satu bulan. Sehingga dapat membantu secara psikologis agar kembali hidup normal atau melakukan fungsi sosialnya secara wajar," kata dia di Kecamatan Cigudeg, Sabtu (27/6/2020).

Selain itu, Kemsos juga telah menyerahkan santunan kepada korban meninggal akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada awal tahun yaitu sebesar Rp 240 juta kepada 16 orang ahli waris. “Setelah dilakukan verifikasi kami temukan 16 orang ahli waris yang berhak menerima santunan dari pemerintah,” tambah Safii.

Sebelumnya, atau pada masa tanggap darurat pascabencana, dikatakan Syafei, Kementerian Sosial telah menyerahkan bantuan logistik tanggap senilai Rp 1,2 miliar dan bantuan sembako sebanyak 6.000 paket senilai Rp 1,2 miliar.

“Pada masa tanggap darurat kami telah menyerahkan total bantuan sebesar Rp 2,6 miliar yang terdiri dari bantuan bantuan logistik, santunan kematian, dan bantuan sembako. Jika ditotal semua dengan bantuan jaminan hidup maka total bantuan kepada Kabupaten Bogor senilai Rp 6,3 miliar,” imbuhnya.

Salah satu penerima bantuan, Asanah (45) warga Banyuresmi, Cigudeg menuturkan bantuan jadup berbentuk tunai bisa langsung diambil dari bank. Dia bersama lima anggota keluarganya sudah beberapa kali menerima bantuan.

“Ya bisa membantu untuk kebutuhan satu bulan ini. Tapi yang terpenting bagi kami, cuma ingin tinggal di rumah atau dibangunkan rumah yang layak lagi, agar tidak perlu lagi khawatir dan segera hidup normal,” paparnya.

Seperti diberitakan peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Januari 2020 yang lalu akibatkan hujan yang berintensitas tinggi pada 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Jasinga.