• News

Penambahan Kasus Covid-19 Dipicu Peningkatan Jumlah Tes

| Kamis, 25/06/2020 08:17 WIB

 Penambahan Kasus Covid-19 Dipicu Peningkatan Jumlah Tes Ilustrasi

Katakini.com - Penambabahan kasus positif covid-19 di Indonesia dipicu oleh meningkatnya jumlah tes.

Diketahui, jumlah kasus positif Virus Corona (Covid-19), per Rabu (24/6), mencapai 49.009 kasus atau bertambah 1.113 orang dari hari sebelumnya. Dari jumlah total itu, 19.658 orang dinyatakan sembuh dan 2.573 orang lainnya meninggal dunia.

"Semua orang sekarang terkadang bingung. Kenapa angkanya hariannya kita bertambah besar?" kata Epidemiolog di Gugus Tugas Covid-19 Dewi Nur Aisyah, dalam konferensi pers bersama Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Padahal, menurutnya, kondisi laju penularannya antara bulan lalu (saat masih PSBB di berbagai daerah) dengan Juni (ketika new normal diterapkan) ini masih sama.

"Laju penularannya masih sama di Indonesia. Kita tidak bisa bilang kondisinya memburuk. Tidak. Kondisinya sama," aku Aisyah.

Ia menyebut kenaikan jumlah kasus positif Corona setiap harinya disebabkan oleh pengujian Corona yang bertambah. Rinciannya, jumlah tes pada Mei mencapai 26 ribu, pada Juni naik menjadi 53 ribu.

"Bahwa tidak hanya jumlah kasus yang kita lihat tapi berapa juga jumlah pemeriksaan yang kita lakukan," pungkas Epidemiolog dari Universitas Indonesia tersebut.

Aisyah menambahkan bahwa ada 112 Kabupaten/Kota yang tidak terdampak atau tidak ada kasus positif baru Covid-19.

"Update per 21 Juni 2020 ada 112 Kabupaten Kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru," ujarnya.

Kendati begitu, masih ada 57 Kabupaten/Kota yang beresiko tinggi, 157 Kabupaten dan Kota resiko sedang, dan 188 Kabupaten dan Kota resiko rendah.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengklaim data perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini semakin baik dan lengkap. Data tersebut, katanya, akan digunakan pemerintah untuk menerapkan kebijakan terkait penanganan Corona.

"Data yang kita miliki sangat komplet dan dari data-data itulah kita putuskan kebijakan," ujar dia.