Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
Katakini.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp51,238 miliar di tahun 2021 kepada Komisi VIII DPR RI pada rapat kerja hari ini di Gedung DPR RI Selasa (23/6/2020).
Tambahan anggaran tersebut mengingat kejadian bencana yang terus meningkat tiap tahunnya.
"Pimpinan dan para anggota dewan yang terhormat dengan kejadian bencana yang meningkat perlu adanya dukungan tambahan anggaran yang kongkret, terutama pada kegiatan-kegiatan pengurangan resiko bencana atau pra bencana. Mengingat sejak tahun 2017 kami telah mengajukan usulan tambahan tapi setiap tahun belum ada realisasinya," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend Doni Monardo.
Doni mengatakan, tambahan anggran sebesar Rp51,238 miliar tersebut akan digunakan oleh BNPB untuk dua program. Program pertama adalah dukungan manajemen sebesar Rp2,259 miliar dan program ketahanan bencana Rp48,238 miliar.
"Pada tahun ini kami mengajukan tambahan anggaran 2021 sebesar Rp51,238 miliar," katanya.
Terkait pagu anggaran, Doni mengatakan bahwa setiap tahun trennya selalu menurun. Hal itu menurutnya tidak sebanding dengan kejadian bencana yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Doni mencontohkan pada tahun 2016 misalnya pagu anggaran semula Rp1,63 triliun, sementara pada tahun 2017 turun menjadi Rp1,084 triliun. Kemudian pada tahun 2018 menjadi Rp748 miliar atau turun 34%. Lalu pada tahun 2019 menjadi Rp614 miliar atau turun 26,7% dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp450 miliar.
"Jadi pagu rutin BNPB menunjukan rren yang menurun, sementara bencana menunjukan tren yang terus meningkat. Sehingga terjadi kesenjangan yang cukup besar dalam penanggulangan bencana dibandingkan ketersediaan anggaran," ujar dia.