• News

Menhub: Program Tol Laut Belum Maksimal

yahya | Jum'at, 19/06/2020 20:47 WIB

Menhub: Program Tol Laut Belum Maksimal Ilustrasi kapal angkutan barang Tol Laut.

Katakini.com  - Program tol laut yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan belum dijalankan secara maksimal.

“Selama saya jadi menteri hampir empat tahun melihat bahwa tol laut belum maksimal,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPP Asosiasi Perusahaan Pelayanan Niaga Indonesia (INSA) secara virtual di Jakarta, Jumat (18/6/2020).

Budi menjelaskan salah satu faktor penyebabnya adalah belum optimalnya angkutan balik dari wilayah timur ke barat Indonesia.

“Satu problem (masalah) adalah angkutan dari timur ke barat belum ada,” kata Budi.

Padahal, menurut Budi wilayah timur Indonesia memiliki komoditas yang kompetitif yang dibutuhkan di Pulau Jawa, seperti ikan, rumput laut dan kayu.

Untuk itu, Budi meminta peran serta INSA untuk mencari komoditas wilayah timur yang bisa diangkut sebagai ketersediaan logistik untuk wilayah barat.

“Anggota INSA yang terlibat dalam tol laut juga berperan serta mencari barang di Indonesia timur ke sini. Ada anggota INSA di angkutan batubara, bersama-sama buat CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) ke pedalaman Kaimana, Sorong, Merauke,” katanya seperti dilansir Antara.

Dengan demikian, Menhub menuturkan selain mendapatkan logistik untuk diangkut, juga bisa membuka kesempatan lapangan kerja, bahkan menjadi bisnis.

Namun, Menhub memastikan saat ini sembilan bahan pokok sudah hadir di wilayah timur serta disparitas harga yang sudah berupaya ditekan hingga tidak jauh berbeda dengan di Pulau Jawa.

“Tol laut adalah upaya kita memastikan supply (ketersediaan) logistik di bagian timur jalan dengan baik. Kita pastikan beras, minyak, gula dan sembilan bahan pokok ada di sana. Lebih dari itu, kita pastikan disparitas harga antara di Jawa dengan di Indonesia bagian timur harus sudah sama,” katanya.

Keywords :


Menhub Tol Laut
.