• News

Covid-19 Dinilai Hancurkan Tatanan Ekonomi Indonesia

yahya | Jum'at, 19/06/2020 21:15 WIB

Covid-19 Dinilai Hancurkan Tatanan Ekonomi Indonesia Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Katakini.com - Pandemi virus Coronavarius/Covid-19 dinilai telah menghancurkan tatanan perekonomian global dan Indonesia, pada khususnya.

"Covid ini mempengaruhi sosial, ekonomi dan keuangan. Market bergejolak, saham merosot, SBN yield merosot, nilai tukar terguncang. Semua jadi perfect storm bagi pengelola keuangan negara," kata Mentri Keuangan Sri Mulyani saat menjadi pembicara kunci di hadapan PNS Kemenkeu dalam acara Townhall Meeting via virtual, di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Sri Mulyani mengatakan bahwa, pandemi Covid-19 yang terjadi hampir diseluruh negara dunia telah membuat laju pertumbuhan  ekonomi dunia melambat bahkan ke level negatif. Hal tersebut juga dirasakan oleh Indonesia. Meskipun menurutnya Indonesia tidak separah negara-negara besar/maju lainnya.

"Kita beruntung pada kuartal I ekonomi mampu tumbuh bertahan diangka 2,97%. Namun kuartal II, kita alami tekanan kemungkinan dalam kondisi negatif," ujar Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, sudah ada beberapa negara maju yanga alami resesi sepertu Inggris, Jerman, Jepang dan Malaysia. Sementara Indonesia diperkirakan akan mulai bertumbuh ekonominya pada kuartal keempat tahun ini dan akan bertumbuh positif ditahun 2021.

"Di negara maju, semua negara di kuartal II mengalami kontraksi. Namun di beberapa negara sudah resesi, Inggris, Jerman, Jepang, Malaysia," ujar Sri Mulyani.

Bank Indonesia/BI memperkirakan pada tahun ini ekonomi hanya akan tumbuh 0,9%-1,9%. Perkiraan tersebut seriring dengan membaiknya nilai tukar rupiah, inflasi yang rendah serta defisit transaski berjalan yang rendah.

"Dengan mempertimbangkan berbagai indikator tersebut, kita perkirakan tahun ini ekonomi akan tumbuh pada kisaran 0,9%-1,9%," kata Gub BI, Perry Warjiyo melalui saluran streaming chanel Youtube di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Sementara pada tahun 2021 BI memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh dikisaran 5%-6%.