Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Katakini.com - Kasus positif covid-19 di Jawa Timur masih tinggi. Terkait hal itu, pejabat di wilayah setempat belum bisa menanggapi panjang lebar tentang wacana new normal yang digulirkan pemerintah pusat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan, Jatim masih belum menerapkan new normal, atau prosedur standar pola hidup baru di tengah pandemi corona (Covid-19).
Khofifah mengatakan harus ada kajian mendalam sebelum pihaknya menerapkan hal itu. Ia pun bakal mendiskusikan dengan para ahli dan pakar secara terbatas.
"Tetapi secara parsial kita mendiskusikan dengan berbagai kalangan secara terbatas," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (26/5/2020).
Termasuk, kata dia, mendiskusikan dampak pelaksanaan new normal tersebut dengan para ahli, otoritas keuangan dan para ekonom.
"Nanti misal kalau kita akan memasuki new normal seperti apa. Format-format diskusi dan FGD secara virtual dengan melibatkan BI dan OJK, ekonom terus dilakukan," ujarnya.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) juga berpandangan senada. Dia menyatakan new normal atau prosedur standar pola hidup baru belum waktunya diterapkan karena para petugas medis masih berjuang menangani pandemi Virus Corona (Covid-19).
"Nanti saja, belum saatnya. Nanti minggu depan saja kita lihat," kata dia.
Kasus positif virus corona (Covid-19) di Jawa Timur bertambah 69 pasien per Selasa (26/5). Secara kumulatif total kasus positif corona di Jawa Timur menjadi sebanyak 3.939 kasus.
Sebanyak 3.069 atau 79,9 persen pasien positif hingga saat ini masih dalam perawatan. Sementara itu 522 orang telah dinyatakan sembuh.