Ilustrasi balapan MotoGP
Katakini.com - Ide satu motor untuk satu pebalap di MotoGP bakal sulit terealisasi. Ide yang dilontarkan oleh Ducati tersebut dinilai membahayakan keselamatan pebalap.
Ducati melontarkan ide penggunaan satu motor untuk tiap pebalap demi menekan biaya balapan di tengah krisis akibat pandemi corona. Namun, menurut Presiden Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA) Herve Poncharal, ide tersebut berbahaya lantaran tidak mendukung keselamatan tiap pebalap.
"Saya rasa hal itu tidak masuk akal bagi saya. Kita semua sudah memiliki format yang berjalan baik dengan keberadaan dua motor, misalnya dalam kondisi balapan flag to flag yang jadi pertunjukan menarik karena media dan penonton bakal tahu hal yang bakal terjadi," papar Poncharal.
"MotoGP memiliki latihan bebas keempat yang diikuti oleh kualifikasi pertama dan kedua, jadi tidak mungkin untuk menggunakan format yang ada selama ini dengan kondisi satu motor," kata Poncharal seperti dikutip Tuttomotoriweb.
Selain itu, faktor keselamatan menjadi dipertaruhkan bila MotoGP mengubah format menjadi satu motor untuk satu pebalap.
"Bila seorang pebalap menghancurkan satu-satunya motor, tim tersebut harus membangun motor kembali dengan cepat. Faktor keselamatan akan jadi masalah karena teknisi harus bekerja dengan sangat cepat tanpa melakukan pengecekan terhadap segalanya."
"Selain itu, tim tersebut butuh banyak orang untuk membangun motor," ujar Poncharal.
MotoGP 2020 belum dimulai saat ini lantaran pandemi Corona. Dalam jadwal MotoGP 2020, MotoGP Ceko bakal jadi seri awalan MotoGP 2020 pada 9 Agustus mendatang.