• News

Muhadjir Sebut Angka Covid-19 di Indonesia Tidak Istimewa

Eko Budhiarto | Jum'at, 08/05/2020 16:35 WIB

Katakini.com - Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan, angka kasus covid-19 di Indonesia tidak terlalu istimewa. Dia juga menegaskan, bahwa prediksi tentang pertumbuhan ekstrim pada penyebaran wabah ini tidak terbukti.

Di ASEAN, kata Muhadjir, Indonesia memang berada pada urutan kedua tertinggi sebagai negara dengan kasus positif terinfeksi corona. Namun, Muhadjir meminta perbandingan dilakukan menyeluruh, dan turut melihat rasio yang membandingkan jumlah kasus positif dengan jumlah penduduk di masing-masing negara.

“Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, tentu saja sebetulnya angka (kasus COVID-19) ini tidak terlalu istimewa karena jumlah penduduk Indonesia adalah 263 juta dibanding dengan Filipina yang 110 juta penduduk, apalagi Singapura yang sekitar enam juta penduduk," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual dari Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Muhadjir menambahkan, prediksi berbagai kalangan yang menyebutkan bahwa kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia akan terjadi secara ekstrem, tidak terbukti.

"Kita bersyukur bahwa ternyata prediksi bahwa kasus di Indonesia akan tumbuh secara eksponensial yang sangat ekstrem tidak terjadi, karena angka kasus kita rata-rata masih relatif rendah," kata Muhadjir.

Pertumbuhan angka kasus positif COVID-19, ujar dia, setiap hari terus melandai. Pertumbuhan tertinggi per hari pun tidak pernah melewati 500 kasus. Berbeda dengan beberapa negara di Asia, atau bahkan Eropa.

Dia mencontohkan Singapura yang pernah mencatatkan penambahan kasus hingga 1.400 kasus positif dalam satu hari.

"Kemudian untuk kesembuhan semakin tinggi di Indonesia yaitu sudah mendekati 300 kasus per hari. Kemudian untuk angka kematian juga landai, tidak ada penambahan yang cukup drastis," katanya.