• News

Langgar Lockdown, Seorang Pria Tewas Ditembak

Eko Budhiarto | Selasa, 07/04/2020 03:30 WIB

Langgar Lockdown, Seorang Pria Tewas Ditembak Presiden Filipina, Rodrigo Duterte

Katakini.com - Pada tanggal 1 maret 2020 yang lalu Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan bahwa pelanggaran perintah karantina bisa berakhir dengan kematian.

Dia juga memerintahkan pasukan keamanan untuk menembaki para pengacau yang melakukan kekerasan saat negara itu memerangi wabah covid-19.

"Saya tidak akan ragu. Perintah saya adalah kepada polisi dan militer, serta (distrik), bahwa jika ada masalah atau situasi muncul bahwa orang-orang melawan dan nyawa Anda dipertaruhkan, tembak mati mereka,” kata Duterte.

Pernyataan Duterte itu kini terbukti dengan ditembak matinya seorang pria berusia 63 tahun yang ditembak setelah mengancam para pejabat desa dan polisi dengan sabit di pos pemeriksaan yang dibangun untuk menegakkan perintah karantina wilayah atau lockdown.

Insiden ini menjadi kasus pertama polisi menembak warga sipil karena menolak mengikuti aturan lockdown untuk membendung penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Kepolisian setempat, mengutip Al Jazeera, Senin (6/4/2020) dalam laporannya menyebutkan pria yang ditembak dalam kondisi mabuk. Pria itu mengancam para pejabat desa dan polisi yang menjaga pos pemeriksaan di kota Nasipit di Provinsi Agusan del Norte pada Kamis pekan lalu.
Tersangka ditembak mati oleh seorang polisi yang berusaha menenangkannya.