Presiden Brazil Jair Bolsonaro
Brasilia, Sao Paulo, Katakini.com - Tindakan lockdown (karantina wilayah) oleh beberapa gubernur dan walikota di Brazil mendapat reaksi keras dari Presiden Brazil Jair Bolsonaro.
Bolsonaro memiliki sikap sejalan dengan Presiden AS Donald Trump dalam memprioritaskan ekonomi daripada karantina wilayah. Ironinya, lockdown justru dianjurkan oleh para ahli kesehatan masyarakat termasuk menteri kesehatannya sendiri, Luiz Henrique Mandetta.
Mandetta memperingatkan bahwa wabah corona di Brazil bisa membuat sistem perawatan kesehatan negara itu runtuh bulan depan.
"Virus-virus lain sudah membunuh lebih banyak orang daripada yang satu ini tapi tidak heboh seperti ini," ujar Bolsonaro kepada wartawan, seperti dikutip reuters, Kamis (26/3/2020).
"Apa yang dilakukan beberapa wali kota dan gubernur adalah kejahatan. Mereka sedang menghancurkan Brazil," kata Bolsonaro.
Saat bosnya meremehkan virus tersebut, penasihat keamanan Brazil Augusto Heleno pada Rabu mengabaikan anjuran medis untuk mengisolasi diri selama dua pekan.
Sebaliknya, Heleno kembali bekerja hanya tujuh hari setelah ia dikarantina setelah dites positif virus corona.
Heleno bahkan menghadiri sidang kabinet pada hari ia sedang menunggu hasil uji corona tersebut, demikian yang diketahui Reuters.
Jumlah orang meninggal di Brazil akibat virus corona hingga Rabu meningkat menjadi 57, dari sehari sebelumnya 46.