Ilustrasi Rupiah (Istimewa)
Jakarta, Jurnas.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tembus ke level Rp 16.000. Pengamat menilai pasar keuangan yang panik akibat virus corona yang makin menyebar di Indonesia.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan bergeraknya dolar AS ke angka Rp 16.000 terjadi karena pasar melihat penanganan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap penyebaran Virus Corona ini.
"Pemerintah saat ini fokus ke masalah kesehatan terutama rumah sakit guna menangani kasus Covid-19, sedangkan Bank Indonesia fokus melakukan intervensi di pasar DNDF, karena saat ini kepanikan pasar yang mengakibatkan rupiah melemah," kata dia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bank sentral sudah berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan selalu menyediakan suplai dolar AS di pasar. Tujuannya untuk menenangkan pasar.
"Kami lakukan dengan intervensi baik secara tunai, spot maupun secara forward melalui Domestik Non Delivery Forward. Ini untuk menjaga mekanisme pasar dan agar tidak terjadi kepanikan dan memberikan confidence di pasar," kata Perry.