• News

Berhenti Panic Buying, Stok Pangan Jakarta Aman

Budi Wiryawan | Selasa, 03/03/2020 11:37 WIB

Berhenti Panic Buying, Stok Pangan Jakarta Aman Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi

Jakarta, Katakini.com - Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengimbau masyarakat Jakarta untuk tidak panic buying menyusul masuknya virus corona ke Indonesia. Dia memastikan, stok pangan di Ibu Kota dalam kondisi aman.

"Kepada warga Jakarta kami mengimbau untuk tidak ikut panic buying. Kami pastikan stok pangan aman di Jakarta, karena Pemprov DKI Jakarta melalui OPD (organisasi perangkat daerah) terkait bersama BUMD Pangannya PT. Food Station Tjipinang Jaya, PD. Dharma Jaya, dan Perumda Pasar Jaya bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk warga Jakarta," ujar Arief dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/03/2020).

Kebutuhan pangan bagi warga Jakarta sampai saat ini tercukupi. Kebutuhan pangan segar (beras, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam, daging sapi, ikan, buah buahan dan sayuran) serta pangan pabrikan seperti gula pasir, minyak goreng, makanan olah instan seperti mie instan dan aneka ragam olahan kue dan roti dipastikan tersedia di Jakarta.

Aneka rupa pangan tersebut, stoknya tersedia di BUMD Pangan milik Pemprov DKI Jakarta. Pasokan pangan segar juga dipastikan akan terus mengalir di Pasar Induk Buah dan Sayur Kramatjati. DI samping itu, pasokan beras juga akan terus stabil di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

"Saat ini stok beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang 31 ribu ton (2/3). Dan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras di Jakarta," tegas Arief.

Food Station selaku BUMD Pangan bersama BULOG DKI Jakarta dan Banten juga selalu siaga dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Jika diperlukan, beras cadangan ini sewaktu-waktu bisa dikeluarkan.

"Kami juga terus melakukan pengawasan terhadap harga pangan dan stok beras yang ada di pasar tradisional maupun di pasar modern di wilayah DKI Jakarta," kata Arief.

Selain mengimbau untuk tidak panic buyig, Arief juga memberikan langkah pencegahan agar tidak tertular virus corona (Covid-19).

Langkah mencegah penularan virus corona:

1. Rajin cuci tangan dengan sabun. Setiap kali kita melakukan kegiatan, apalagi untuk makan, ada baiknya selalu mencuci tangan dengan bersih. Usahakan memakai sabun antiseptik untuk bisa membunuh kuman-kuman yang ada.

2. Jangan lupa pakai masker. Sediakan selalu masker di rumah atau di tempat kerja, dan gunakan saat bepergian atau beraktivitas.

3. Perhatian, kita harus minum minimal 8 gelas air mineral per hari.
4. Makanlah makanan yang dimasak dengan sempurna alias matang. Kalau perlu hindari makan daging dari hewan yang berpotensi menular.

5. Saran lainnya tergolong normal dan memang dibutuhkan dalam menjalankan hidup sehat. Misalnya rajin olahraga, ada yang menyebut minimal setengah jam per hari untuk melakukan kegiatan olahraga pilihan.

6. Makanlah dengan gizi yang seimbang. Artinya makanan yang cukup karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan lainnya.

7. Jangan lupa jaga kebersihan lingkungan, mulai dari rumah dan lingkungan sekitarnya. Kalau perlu ada kerja bakti di lingkungan tempat tinggal.

8. Bagi para perokok, ada baiknya untuk mulai berhenti merokok untuk meminimalisir risiko.

9. Kalau terkena demam atau sesak nafas, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Dapat menghubungi call center 112 atau 119 atau dapat menghubungi Jakarta Tanggap Covid-19 di Hotline Dinas Kesehatan 0813-8837-6955.

"Itu lah beberapa langkah pencegahan yang dapat kami sampaikan untuk seluruh masyarakat DKI Jakarta. Sekali lagi kami pastikan stok pangan di Jakarta aman dan stop panic buying," ujar Arief.