Ilustrasi Pajak
Jember, Katakini.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tegaskan soal pentingnya literasi pajak bagi masyarakat, termasuk Nahdliyin atau warga NU.
"Literasi penting tidak hanya untuk Nahdiyin. Semua bangsa Indonesia ini obyek pajak," kata Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud di Jember saat hadiri pengukuhan gelar profesor bagi Prof Dr HM Hary Djatmiko, SH, M.S, Rabu (15/1/2020).
Menurut dia, pajak penting untuk membiayai pembangunan dan menyangkut pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, kata dia, pajak agar dapat diberlakukan secara lebih adil dengan memilih dan memilah secara cermat siapa saja wajib pajak dan pihak mana yang bebas pajak.
"Itu penting karena ekonomi bergerak, itu akan menghasilkan pajak. Kalau pajaknya kebesaran maka ekonomi akan seret jadi kebijakan pajak ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata dia.
Terkait literasi pajak, dia mengatakan penting untuk mendidik agar masyarakat bisa memiliki kestabilan ekonomi dan menjadi warga taat pajak.
"Kita yang penting bagaimana mendidik bangsa Indonesia sebagai pembayar pajak bukan menjadi penerima pajak," kata dia.