Arief Mulyadi saat mendampingi Presiden RI, Joko Widodo dan Erick Thohir
Jakarta, Katakini.com - Hingga Desember 2019, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM telah melayani 6.117.552 nasabah. Dengan rincian Nasabah ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) sebanyak 73.712 nasabah. Jumlah tersebut tumbuh 7,58 % secara yoy yang mencapai 68,521.
Sementara Nasabah Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebanyak 6.043.840 Nasabah atau tumbuh 48,97% secara yoy yang mencapai 4.057.129.
Demikian disampaikan Direktur utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Arief Mulyadi di Jakarta, Rabu (08/01/2019).
Sementara itu, lanjut Arief, Hingga Desember 2019, PNM telah mencatatkan penyaluran pembiayaan sebanyak Rp 24.161 Triliun, jumlah itu meningkat sebanyak 67.68% secara year on year (yoy).
"Per desember 2019, jumlah penyaluran pembiayaan PNM sebanyak Rp. 24.161 Triliun," kata Arief.
Dari jumlah Rp 24. 161 Triliun itu, Arief Merincikan, untuk pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp 3.976 Triliun atau tumbuh 0,74% dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,947 triliun.
Sedangkan untuk PNM Mekaar sebesar Rp 20,185 triliun atau tumbuh 92,92% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 10,463 triliun.
Menurut Arief, pertumbuhan ini didorong oleh bertambahnya cabang PNM hingga akhir tahun 2019.
"Faktor penunjangnya juga bahwa cabang-cabang ini mulai produktif. Ada masa tenggang cabang dan karyawan untuk sosialisasi di berbagai daerah," ujar Arief.
Masih kata Arief, Hingga Desember 2019, kantor cabang PMN berjumlah 2.798 unit. Adapun Rinciannya yakni 628 unit kantor cabang ULaMM dan 2.171 unit kantor cabang Mekaar.
Sementara jumlah kantor cabang PNM pada Desember 2018 sebanyak 2.395 unit yang terdiri dari 625 unit kantor cabang ULaMM dan 1.770 unit kantor cabang Mekaar.
Selanjutnya, untuk total outstanding pembiayaan PNM hingga Desember 2019 senilai Rp 18,093 triliun atau tumbuh 45% dari outstanding Desember 2018 senilai Rp 12,478 triliun.
Jumlah tersebut terbagi atas ULaMM yang mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp 6,9 triliun atau tumbuh 16,13% dari Desember 2018 yang sebesar Rp 5,941 triliun.
Sementara Mekaar, hingga Desember 2019 mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp 11,193 triliun atau tumbuh 71,25 % bila dibandingkan Desember 2018 yakni Rp 6,536 triliun.
Kendati jumlah penyaluran pembiayaan dan outstanding terus naik, PNM mampu menjaga kualitas pembiayaan.
Hal tersebut dibuktikan dari rasio pembiayaan bermasalah atau rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) yang terus membaik.
Pada Desember 2018, NPL gross PNM pada posisi 1,32%. Sementara pada desember 2019, Rasio NPL menjadi 1,18%.