• Gaya Hidup

Garuda Lolos dari `Lubang Kubur Terdalam`

| Kamis, 25/04/2019 07:17 WIB

Garuda Lolos  dari `Lubang Kubur Terdalam` Pesawat Garuda Indonesia

Tangerang, Etoday.com - Periode Januari hingga Maret 2019 merupakan massa sepi bagi bisnis penerbangan. Namun, Maskapai plat merah Garuda Indonesia justru selamat dari `lubang kubur terdalam` tersebut.

“Januari sampai Maret itu lubang kuburan terdalam, karena paling ‘low’. Kami bisa selamat, tingkat keterisian  meningkat 3,4 persen, secara finansial  malah untung,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah dalam konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu (24/4/).

Garuda mampu membukukan laba pada musim sepi (low season) kuartal I/2019 sebesar 19,7 juta dolar AS yang belum pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya.

Pikri menjelaskan, strategi menciptakan keuntungan pada kuartal paling sepi salah satunya dengan mengganti pola startegi bisnis yang lama, yaitu meningkatkan utilitas (ketergunaan pesawat).

“Terkait dengan Januari-Maret ini sudah lima tahun atau selama ini kami rugi pasti 90 juta dolar karena menggunakan pendekatan bisnis seperti biasa. Yang penting terbang saja sebanyak-banyaknya. Mahzab lama, kalau utilisasi tinggi, biaya akan turun,” katanya.

Namun, lanjut dia, cara tersebut dinilai tidak bisa lagi diaplikasikan karena tidak sesuai dengan permintaan pasar. Oleh karenanya pihaknya mengurangi frekuensi penerbangan dan disesuaikan dengan permintaan pasar.

Menurut dia, harga serendah apapun, masyarakat tidak akan ingin terbang karena kegiatan perkantoran dan sekolah baru dimulai. Dia mencontohkan  Jakarta-Surabaya biasanya 20 penerbangan sehari dipangkas menjadi 10 penerbangan sehari.

“Dari Januari sampai Maret mau dibuat murah, yang terbang itu-itu saja. Anak sekolah kami gratiskan tiga minggu liburan, apa ada yang mau berangkat,” katanya.

Pikri mengatakan ini merupakan terobosan karena di tengah harga tiket yang dinilai tinggi, Garuda justru membukukan keuntungan.

Dia mengaku optimistis kinerja kuartal selanjutnya akan lebih baik seiring dengan mudik-balik Lebaran di kuartal II. Kemudian liburan sekolah di kuartal III dan Haji serta Natal-Tahun Baru di kuartal IV.