Pesawat Garuda Indonesia
Tangerang, Etoday.com - Periode Januari hingga Maret 2019 merupakan massa sepi bagi bisnis penerbangan. Namun, Maskapai plat merah Garuda Indonesia justru selamat dari `lubang kubur terdalam` tersebut.
“Januari sampai Maret itu lubang kuburan terdalam, karena paling ‘low’. Kami bisa selamat, tingkat keterisian meningkat 3,4 persen, secara finansial malah untung,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah dalam konferensi pers hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Banten, Rabu (24/4/).Garuda mampu membukukan laba pada musim sepi (low season) kuartal I/2019 sebesar 19,7 juta dolar AS yang belum pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya.Pikri menjelaskan, strategi menciptakan keuntungan pada kuartal paling sepi salah satunya dengan mengganti pola startegi bisnis yang lama, yaitu meningkatkan utilitas (ketergunaan pesawat).“Terkait dengan Januari-Maret ini sudah lima tahun atau selama ini kami rugi pasti 90 juta dolar karena menggunakan pendekatan bisnis seperti biasa. Yang penting terbang saja sebanyak-banyaknya. Mahzab lama, kalau utilisasi tinggi, biaya akan turun,” katanya.