Ilustrasi Kuliner Lokal
JAKARTA (ETODAY) - Produk kuliner lokal belum mendominasi transaksi e-commerce di Tanah Air. Serapan pasarnya kalah oleh produk kuliner dari manca negara.
Menurut Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Berkraf) Fadjar Hutomo, dari total transaksi e-commerce makanan, hanya sekira 10 persen saja yang merupakan produk buatan dalam negeri."Ketika kita bicara produk Indonesia, kalau ditinjau dari platform e-commerce kita, tidak berlebihan kalau kami katakan masih 90 persen produk yang diperdagangkan itu tidak diproduksi di Indonesia. Hanya 10 persen yang made in Indonesia," katanya di sela peluncuran platform digital Food Startup Indonesia (FSI) di Jakarta, Jumat (26/1/2018).Fadjar menuturkan kontribusi produk pangan lokal tersebut justru berbanding terbalik dengan semakin meningkatnya kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.Ia menyebut kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB terus meningkat dari sekitar Rp700 triliun hingga Rp750 triliun pada 2014 menjadi hingga mendekati Rp1.000 triliun."Info terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) per 2017 yang belum dipublikasi, angkanya sudah mendekati Rp1.000 triliun. Sekira 40 persen lebih dari nilai tersebut dikontribusi subsektor kuliner," katanya.Fadjar berharap pengembangan subsektor kuliner melalui bantuan pembinaan dan akses permodalan bagi perusahaan rintisan dalam FSI akan dapat mendorong pertumbuhan subsektor tersebut dalam perekonomian.