• Gaya Hidup

Ini Lima Jurus Sakti Amankan Inflasi 2018

herwin | Selasa, 23/01/2018 10:53 WIB

 Ini Lima Jurus Sakti Amankan Inflasi 2018 Ilustrasi

JAKARTA (ETODAY) - Salah satu cara meningkatkan pemulihan ekonomi adalah menjaga laju inflasi di level aman. Agar inflasi tetap di titik moderat, tindakan dan langkah strategis harus dilakukan.

Atas pertimbangan tersebut, Pemerintah dan Bank Indonesia membahas langkah-langkah cepat dan tepat guna menjaga laju inflasi. Pembahasan itu menghasilkan lima langkah strategis mengamankan inflasi 2018 tetap berada di kisaran 2,5-4,5 persen.

"Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat secara khusus menyepakati lima langkah strategis," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman di Jakarta, Senin (22/1).

Pertama, menjaga inflasi volatile food maksimal di kisaran 4-5 persen dengan memastikan kecukupan pasokan pangan.

Adapun upaya menjaga inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) antara lain dengan mengelola kesiapan produksi antar waktu, memperkuat cadangan pangan Pemerintah dan tata kelola operasi pasar oleh Bulog. Selain itu, memperbaiki manajemen produksi melalui penguatan kelembagaan petani (corporate/cooperative farming), pengelolaan produksi dan pascapanen khususnya pengeringan dan pergudangan. Yang tak kalah penting adalah pemasaran dan peningkatan tingkat rendemen dan kualitas beras melalui revitalisasi penggilingan.

Upaya lainnya menyalurkan Rastra Bansos dan Bantuan Pangan Non Tunai sesuai jadwal dan dengan kualitas yang terjaga. Kemudian membangun sistem data produksi yang akurat melalui pembangunan dan pemanfaatan e-commerce untuk pangan, serta memfasilitasi sinergi petani dan industri hilir.

Kedua, mengatur besaran dan timing kenaikan kebijakan administered prices serta mengendalikan dampak lanjutan yang berpotensi timbul, dalam hal terdapat kebijakan penyesuaian administered prices.

"Langkah strategis ketiga yaitu memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia," jelas Agusman.

Koordinasi itu antara lain melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi pada 2018 dengan tema "Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Mendorong Momentum Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkualitas".

"Langkah strategis keempat yaitu memperkuat kualitas data untuk mendukung pengambilan kebijakan," ujar Agusman.

Sedangkan langlah strategis kelima adalah memperkuat bauran kebijakan Bank Indonesia untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makro ekonomi.

Pada 2018, inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran sasaran inflasi 2,5-5,5 persen.

"Ke depan, Pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka mencapai sasaran inflasi jangka menengah sebesar 2,5-4,5 persen di 2019, serta 2-4 persen di 2020 dan 2021," kata Agusman.