Kamis, 05 Nov 2026 • 22:46 WIB
News

Sidang IMO, Indonesia Komit Perlindungan Pelaut dan Keselamatan Jalur Pelayaran Vital

Sidang IMO, Indonesia Komit Perlindungan Pelaut dan Keselamatan Jalur Pelayaran Vital Sidang Dewan International Maritime Organization (IMO) ke-138 di Markas Besar IMO, London, Inggris, (2-6/11/2026). Foto: hubla/katakini

LONDON – Dalam sidang Dewan International Maritime Organization (IMO) ke-138 di Markas Besar IMO, London, Inggris, (2-6/11/2026), Indonesia mempertegas komitmen perlindungan pelaut dan keselamatan jalur pelayaran vital atau Protection of Vital Shipping Lanes.

Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Desra Percaya, bersama Wakil Kepala Perwakilan KBRI London, Sahadatun Donatirin, dan Atase Perhubungan KBRI London, Kanti Pinakesti Tjahjono serta perwakilan delagasi lainnya.

Sidang Dewan IMO ke-138 dibuka oleh Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez. Sidang membahas sejumlah agenda penting terkait tata kelola organisasi, strategi dan perencanaan, pengelolaan sumber daya manusia, laporan keuangan, serta kontribusi negara anggota.

Selain itu, sidang turut membahas perlindungan jalur pelayaran vital, peninjauan kontrak Sekretaris Jenderal IMO, serta pertimbangan penunjukan Auditor Eksternal IMO untuk periode berikutnya.

Dalam pembahasan perlindungan jalur pelayaran vital, Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya menjamin perlindungan pelaut sebagai warga sipil serta menghormati kebebasan bernavigasi di jalur pelayaran internasional sesuai dengan hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama antara Negara Pantai dan IMO dalam menjaga keselamatan jalur pelayaran vital, serta mengedepankan deeskalasi, dialog, dan diplomasi untuk mengatasi konflik.

Adapun intervensi Pemerintah RI yang disampaikan pada Sidang Dewan IMO tersebut sejalan dengan arahan Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin.

Menurutnya, keselamatan pelaut dan keberlangsungan aktivitas pelayaran internasional harus menjadi perhatian bersama seluruh negara.

“Indonesia memandang bahwa perlindungan pelaut dan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas bersama. Seluruh pihak perlu menahan diri, menjamin keselamatan pelaut, serta tidak menghambat bantuan kemanusiaan dan pemulangan pelaut,” ujar Samsuddin.

Partisipasi Indonesia dalam Sidang Dewan IMO ke-138 merupakan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus berkontribusi dalam memperkuat tata kelola maritim global, menjaga keselamatan pelayaran, serta mendorong perlindungan pelaut dan penghormatan terhadap hukum internasional.

“Melalui forum IMO, Indonesia akan terus menyuarakan kepentingan maritim nasional sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem pelayaran dunia yang aman, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Video