Rabu, 04 Nov 2026 • 12:28 WIB
Bisnis

Waspada Penipuan Lewat Telepon, BNI Imbau Nasabah Tak Panik

Waspada Penipuan Lewat Telepon, BNI Imbau Nasabah Tak Panik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (Dok: Balinesia)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan pihak bank.

Pelaku biasanya menyampaikan informasi mengenai masalah rekening atau transaksi untuk memancing kepanikan korban, kemudian menawarkan bantuan dan mengarahkan mereka melakukan tindakan tertentu.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, pelaku kerap memanfaatkan rasa takut dan kepanikan agar korban tidak sempat berpikir jernih sebelum mengikuti instruksi penelepon.

Karena itu, nasabah diminta tetap tenang, tidak terburu-buru mengambil tindakan, serta memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi BNI.

"Jangan panik dan jangan terburu-buru mengikuti instruksi penelepon. Tetap tenang dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi BNI," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2026).

Okki juga menghimbau jangan mudah percaya pada panggilan yang mengatasnamakan bank, terutama jika disertai tekanan untuk segera mengambil tindakan.

"Kami juga mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan data rahasia perbankan kepada siapa pun," ungkap Okki.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku dapat menginformasikan adanya transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, penyalahgunaan kartu, hingga gangguan keamanan akun.

Untuk meyakinkan korban, mereka kemudian menawarkan bantuan dengan meminta data pribadi, kode verifikasi, atau mengarahkan korban membuka tautan maupun mengakses aplikasi tertentu.

Salah satu pendekatan komunikasi yang dapat dimanfaatkan pelaku adalah teknik NLP (Neuro-Linguistic Programming).

Pendekatan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa, pola pikir, dan perilaku ini dapat digunakan untuk membangun kepercayaan, menciptakan rasa takut atau urgensi, serta mendorong korban mengikuti instruksi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

BNI mengimbau nasabah yang mencurigai adanya upaya penipuan agar segera menghentikan komunikasi dengan penelepon.

Nasabah juga diminta tidak memberikan data pribadi, membuka tautan, mengunduh aplikasi, menghubungi nomor yang diberikan, maupun melakukan transaksi sebelum memastikan kebenaran informasi.

Apabila telanjur memberikan data rahasia, mengakses tautan, mengunduh aplikasi, atau melakukan transaksi mencurigakan, nasabah disarankan segera menghubungi BNI untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

BNI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah, seperti PIN, nomor kartu, kode CVV, kode OTP, kode transaksi, maupun kata sandi (password) melalui telepon, pesan singkat, email, atau media komunikasi lainnya.

Okki mengatakan, keamanan transaksi perbankan membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian seluruh pihak.

BNI terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai modus kejahatan digital agar nasabah mampu mengenali indikasi penipuan dan melindungi informasi perbankannya.

"Ketika menerima informasi yang mencurigakan, hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak panik. Beri waktu untuk melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan apa pun," ucapnya.

"Dengan kewaspadaan bersama, risiko penyalahgunaan data dan kejahatan perbankan dapat diminimalkan," tambah Okki.

Melalui imbauan tersebut, BNI mengingatkan masyarakat untuk menerapkan tiga prinsip saat menerima komunikasi mencurigakan, yaitu tidak panik, tidak memberikan data rahasia perbankan, dan selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi bank.

Untuk memastikan kebenaran informasi, nasabah dapat menghubungi BNI Call 1500046 atau menggunakan kanal resmi BNI, yakni Instagram @BNI46, Facebook BNI, X @BNI dan @BNI_CustomerCare, TikTok @BNI46, serta situs www.bni.co.id.

Video