Senin, 02 Nov 2026 • 14:39 WIB
Info DPR

Legislator: Kemiskinan Jangan Sampai Merampas Hak Anak untuk Sekolah

Legislator: Kemiskinan Jangan Sampai Merampas Hak Anak untuk Sekolah Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Foto: dpr

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengingatkan para orang tua agar tidak menyerah memperjuangkan pendidikan anak meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, pendidikan merupakan kunci penting untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Saan meyakini pendidikan memiliki kekuatan besar dalam mengubah masa depan seseorang, bahkan kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga dan lingkungan masyarakat.

"Sekolah itu adalah sarana yang bisa memutus rantai kemiskinan. Saya masih meyakini dan percaya sampai hari ini, yang bisa mengubah masa depan seseorang, keluarga seseorang, dan lingkungan itu adalah pendidikan," kata Saan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11).

Politikus NasDem itu mengatakan, kesempatan mengenyam pendidikan setinggi mungkin harus terbuka bagi setiap anak tanpa dibatasi latar belakang ekonomi keluarga.

Dia mengingatkan, jangan sampai persoalan biaya membuat orang tua terpaksa menghentikan sekolah anak. Sebab, pendidikan bukan sekadar kebutuhan saat ini, melainkan investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan generasi berikutnya.

Untuk menggambarkan pentingnya pendidikan, Saan mengibaratkannya seperti menanam pohon mangga dari biji. Orang yang menanam belum tentu menikmati buahnya, tetapi hasil dari usaha tersebut dapat dirasakan oleh anak cucu di kemudian hari.

"Jangan pernah menghentikan anak kita untuk sekolah, karena sekolah itu seperti investasi untuk masa depan. Mungkin kita yang menanam tidak menikmati hasilnya, tetapi generasi yang akan datang bisa merasakannya," ujarnya.

Pimpinan DPR yang membidangi industri dan pembangunan itu menegaskan, akses pendidikan bagi anak-anak harus terus diperjuangkan. Dia mengaku prihatin apabila masih ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keluarganya tidak mampu membiayai sekolah.

"Saya tidak tega kalau ada orang datang dan tidak bisa sekolah. Karena itu, saya ingin terus mendorong agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan," tegas Saan.

Dia berharap tidak ada lagi anak yang harus mengubur cita-citanya akibat persoalan ekonomi keluarga. Sebab, semakin luas kesempatan pendidikan yang diperoleh anak-anak, semakin besar pula peluang mereka memperbaiki taraf hidup dan memutus kemiskinan antargenerasi.

Video