• News

Diserang Pemukim Israel, Diplomat Eropa Buka Suara Bantah Netanyahu

M.Habib Saifullah | Minggu, 18/10/2026 16:15 WIB

Diserang Pemukim Israel, Diplomat Eropa Buka Suara Bantah Netanyahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. REUTERS

JAKARTA - Seorang diplomat Eropa yang menjadi bagian dari delegasi yang diserang oleh pemukim Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, membantah keraguan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu mengenai insiden tersebut pada Sabtu.

“Faktanya jelas. Kami diserang,” kata diplomat yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Diplomat tersebut menanggapi kritik Netanyahu terhadap delegasi karena tidak mengoordinasikan kunjungan mereka dengan militer Israel. Ia menegaskan bahwa Israel tetap memegang tanggung jawab keamanan di Area B, wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Diplomat itu juga mempertanyakan alasan para diplomat dan warga yang sedang memanen zaitun harus menghadapi serangan.

Pernyataan tersebut muncul setelah kantor Netanyahu meminta masyarakat berhati-hati dalam menyikapi laporan bahwa sekelompok warga Israel bertopeng menyerang diplomat Eropa di dekat Ramallah.

“Tuduhan serius membutuhkan bukti yang serius,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.

Kantor Netanyahu mengakui bahwa rekaman video memperlihatkan sejumlah orang bertopeng menghadang kendaraan diplomatik. Namun, kantor tersebut menyatakan bahwa rekaman itu tidak menunjukkan keseluruhan rangkaian kejadian maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab secara individual.

Militer Israel mengatakan telah meluncurkan penyelidikan bersama dengan kepolisian untuk mengusut insiden tersebut.

Serangan itu terjadi di dekat kota Taybeh, sebelah timur Ramallah, saat sebuah delegasi melakukan kunjungan pada musim panen zaitun.

Delegasi tersebut mencakup konsul Prancis dan Belgia, seorang perwakilan Polandia, serta sejumlah pejabat Gereja Katolik.

Sekelompok pemukim Israel bertopeng menghadang anggota delegasi tersebut. Salah satu kendaraan konsuler Belgia mengalami pecah kaca.

Radio militer Israel melaporkan bahwa tentara dan polisi tiba di lokasi tiga jam setelah menerima informasi mengenai keberadaan delegasi beserta rekaman insiden tersebut. Informasi dan rekaman itu telah dikirim beberapa menit setelah kejadian.

Secara terpisah, pemimpin partai oposisi Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, menuduh Netanyahu serta kepala pertahanan dan kepala keamanan Israel gagal menghentikan serangan para pemukim.

Lieberman memperingatkan bahwa sikap tidak bertindak tersebut mengikis dukungan internasional terhadap Israel.

Serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka meningkat selama musim panen zaitun yang dimulai awal bulan ini.

Sumber: Anadolu