Pemandangan udara pantai-pantai Iran dan pulau Qeshm di selat Hormuz, 10 Desember 2023. REUTERS
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri India pada Minggu (11/10) mengecam serangan baru-baru ini terhadap dua kapal, MT Petro Dolphin dan MT Valthera, di wilayah Selat Hormuz, yang menyebabkan dua pelaut India hilang.
Dalam sebuah pernyataan resmi, kementerian tersebut menyatakan serangan-serangan semacam itu harus dihentikan, dan menyerukan kelancaran arus perdagangan maritim melalui jalur perairan internasional.
Terdapat 11 pelaut asal India di atas kapal MT Petro Dolphin saat kapal tersebut diserang oleh sebuah drone. Sembilan di antaranya berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang.
Sebelas pelaut India lainnya yang berada di kapal MT Valthera juga dilaporkan selamat setelah kapal tersebut dihantam oleh proyektil tak dikenal, menurut pernyataan itu.
Lebih lanjut kementerian itu menyatakan bahwa serangan berulang terhadap pelayaran komersial di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan dan berisiko memperburuk situasi yang sudah tidak stabil.
Kementerian itu menambahkan bahwa kebebasan navigasi dan arus perdagangan maritim yang aman dan tanpa hambatan melalui jalur perairan internasional, sesuai dengan hukum internasional, harus dijunjung tinggi.