• Oase

Keteguhan Nabi Yaqub AS Hadapi Duka Kehilangan Sang Buah Hati

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 11/10/2026 23:01 WIB

Keteguhan Nabi Yaqub AS Hadapi Duka Kehilangan Sang Buah Hati Ilustrasi kesabaran menjalani hidup

Katakini.com - Nabi Ya’qub AS merupakan salah satu utusan Allah SWT yang menjadi teladan dalam menjaga kesabaran di tengah beratnya ujian keluarga.

Ujian terberat dalam hidup beliau bermula ketika putra kesayangannya, Nabi Yusuf AS, dipisahkan secara paksa oleh saudara-saudaranya sendiri.

Saudara-saudara Nabi Yusuf AS berpura-pura menyerigala adiknya dan membawa pulang baju penuh darah palsu untuk meyakinkan sang ayah.

Meskipun hatinya hancur mendengar kabar duka tersebut, Nabi Ya’qub AS memilih untuk bersabar tanpa meluapkan prasangka buruk.

Sikap pantang menyerah dan kepasrahan beliau terabadikan dalam Surah Yusuf ayat 18: "Maka hanya kesabaran yang baik itulah (kesabaranku); dan Allah tempat memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."

Kesedihan mendalam yang dirasakan Nabi Ya’qub AS selama bertahun-tahun bahkan membuat penglihatannya menjadi putih dan buta.

Kendati penglihatannya pulih kemudian, beliau tidak pernah berhenti berharap dan mengadukan seluruh penderitaannya hanya kepada Allah SWT.

Prinsip pengaduan hamba yang beriman ini ditegaskan Nabi Ya’qub AS dalam Surah Yusuf ayat 86: "Dia (Ya’qub) menjawab, `Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku`."

Beliau senantiasa mengajarkan anak-anaknya agar tidak pernah berputus asa dari rahmat serta pertolongan Sang Pencipta.

Pesan keteguhan harapan tersebut diabadikan dalam Surah Yusuf ayat 87: "Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."

Akhirnya, kesabaran tanpa batas Nabi Ya’qub AS membuahkan hasil indah saat Allah SWT mempertemukan beliau kembali dengan Nabi Yusuf AS.

Rasulullah SAW juga menekankan keutamaan sifat sabar saat menghadapi musibah sebagaimana riwayat hadis dari Imam Muslim.

Dalam hadis riwayat Muslim tersebut, Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, seluruh urusannya adalah baik baginya, dan itu tidak dimiliki siapa pun kecuali mukmin; jika mendapat kesenangan ia bersyukur maka itu baik baginya, dan jika ditimpa kesusahan ia bersabar maka itu baik baginya."

Kisah Nabi Ya’qub AS memberikan edukasi berharga bahwa duka yang dipasrahkan kepada Allah SWT akan berbuah kemuliaan.

Keikhlasan beliau dalam menghadapi kehilangan menjadi cermin teladan abadi bagi para orang tua dalam mendidik dan menjaga keteguhan iman.