Pengamat Pendidikan, Perempuan anak Anak dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Febby Lintang. Foto: sdi/katakini
JAKARTA - Beberapa hari terakhir peristiwa kelam kembali terjadi di wilayah Papua. Kekerasan dan serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melukai warga sipil dan juga menewaskan tenaga kesehatan (Nakes) di wilayah tersebut dengan cara yang sangat keji.
Pengamat Pendidikan, Perempuan anak Anak dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Febby Lintang menyatakan bahwa peristiwa penyerangan dan pembakaran Puskesmas di Papua yang berujung meninggalnya seorang Nakes Gabriela Meilani adalah sebuah duka yang mendalam.
“Hal ini mempertegas bahwa di tengah konflik yang terjadi seringkali perempuan dan kelompok rentan lainnya kerap menjadi korban kekerasan, baik fisik, mental hingga kekerasan seksual,” kata Febby melalui keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Nakes Gabriela Meilani adalah salah satu contoh korban kekerasan. “Dari keterangan saksi, para tenaga kesehatan perempuan ini dipaksa untuk bertelanjang, dipukuli dan diperkosa. Mereka dipermalukan dan dihina,” ungkap Febby.
Menurut Febby, peristiwa ini bukan hanya mengorbankan nyawa tenaga kesehatan namun juga menghilangkan hak masyarakat setempat untuk memperoleh akses kesehatan.
“Peristiwa ini adalah tragedi kemanusiaan yang harus diinvestigasi secara serius sampai tuntas. Selain itu negara harus menjamin keselamatan dan keamanan tenaga kesehatan di wilayah konflik,” tegas Febby.
Febby menegaskan, sejatinya semua pelaku kejahatan kemanusiaan harus diadili secara terbuka, independent, dan efektif.
“Sudah saatnya konflik bersenjata diselesaikan karena masyarakat membutuhkan kedamaian, bukan rasa cemas dan ketakutan,” tuturnya.
“Selamat jalan Gabriela Meilani, pengabdianmu akan menjadi cacatan sejarah penting bagi nilai kemanusiaan,” tutup Febby.