• Oase

Waspada Istidraj, Jebakan Kenikmatan yang Sering Tidak Disadari

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 07/09/2026 12:07 WIB
Waspada Istidraj, Jebakan Kenikmatan yang Sering Tidak Disadari Ilustrasi bangga dengan harta yang dimiliki

Katakini.com - Kemudahan rezeki dan melimpahnya kenikmatan dunia kerap diartikan sebagai bentuk kasih sayang serta ridha Allah SWT.

Namun, tidak semua kenikmatan yang diterima seseorang merupakan tanda keberkahan dan kemuliaan di sisi-Nya.

Dalam ajaran Islam, terdapat kondisi di mana kenikmatan justru menjadi bentuk ujian yang dinamakan sebagai istidraj.

Istidraj terjadi ketika seseorang terus-menerus berbuat maksiat tetapi kenikmatan dunianya justru semakin dilimpahkan.

Allah SWT mengingatkan fenomena yang membahayakan ini dalam Al-Qur`an Surah Al-A`raf ayat 182.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui." (QS. Al-A`raf: 182)

Jebakan ini sering kali tidak disadari karena manusia silau oleh kemewahan dan keberhasilan materi semata.

Rasulullah SAW telah memberikan penjelasan yang sangat jelas mengenai hakikat dari keberadaan istidraj ini.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan dunia yang disukainya padahal dia terus bermaksiat, maka sesungguhnya itu adalah istidraj."

Kemudahan yang didapatkan tanpa disertai ketaatan sejatinya adalah pembiaran yang berujung pada kebinasaan.

Orang yang terkena istidraj akan merasa aman dari ancaman adzab hingga ia lalai untuk bertaubat.

Rasa bangga diri dan menganggap semua keberhasilan adalah murni hasil usahanya makin memperparah kondisi jiwa.

Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa bermuhasabah atas segala nikmat yang tengah diterimanya.

Jika nikmat membuat kita semakin dekat kepada Allah SWT, itulah bentuk keberkahan yang sejati.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dari kelalaian dan menghindarkan dari jebakan istidraj.