• News

Masyhud: Pengamanan Muatan Kapal Tak Tepat Bahaya bagi Keselamatan Pelayaran

Aliyudin | Jum'at, 28/08/2026 14:18 WIB
Masyhud: Pengamanan Muatan Kapal Tak Tepat Bahaya bagi Keselamatan Pelayaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud (tiga dari kiri) dalam Seminar Periodik Persiapan Concentrated Inspection Campaign (CIC) Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026). Foto: djpl/katakini

BOGOR – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud menegaskan, pengamanan muatan kapal atau cargo securing penting dalam keselamatan pelayaran. Penanganan yang tidak tepat dapat membahayakan kapal, awak kapal, muatan, dan lingkungan maritim.

Hal tersebut Masyhud sampaikan saat membuka Seminar Periodik Persiapan Concentrated Inspection Campaign (CIC) Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

Menurut Masyhud, kesiapan dan kompetensi Pejabat Pemeriksa Kelaiklautan dan Keamanan Kapal Asing atau Port State Control Officer (PSCO) menjadi bagian penting dalam menghadapi pelaksanaan CIC.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat tercipta pemahaman dan persepsi yang sama mengenai ketentuan serta pelaksanaan pemeriksaan CIC, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara profesional, objektif, dan konsisten,” ujar Masyhud melalui keterangannya, Jumat (28/8/2026).

Sementara itu, Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, mengingatkan pemilik dan operator kapal, nakhoda, serta awak kapal agar memastikan setiap muatan telah ditempatkan dan diamankan sesuai ketentuan sebelum kapal berlayar.

“Setiap muatan harus dipastikan telah ditempatkan dan diamankan sesuai ketentuan sebelum kapal melaksanakan pelayaran. Cargo securing harus menjadi bagian dari budaya keselamatan, bukan hanya sebagai pemenuhan terhadap persyaratan pemeriksaan,” tegasnya.

Khusus kapal berbendera Indonesia yang berlayar ke luar negeri, Triono mengingatkan agar pengamanan muatan, peralatan cargo securing, serta dokumen dan prosedur dipastikan sesuai ketentuan sebelum menjalani pengawasan Port State Control di negara tujuan.

“Mari kita cegah sejak awal setiap kekurangan yang dapat menjadi temuan dalam pemeriksaan, sekaligus menjaga kepercayaan dan reputasi pelayaran Indonesia di dunia internasional,” ujar Triono.