Pendiri Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih (kanan) memberikan penghargaan kepada CEO Sinpo Group DR. Ariawan, S.AP., M.H., M.A., sebagai Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif, Sabtu (21/8/2026). Foto: jurnas
JAKARTA - Dialog yang melibatkan beragam komponen bangsa, termasuk para aktivis, memiliki peran yang sangat penting bagi Indonesia yang semakin maju, berdaulat, dan masyarakat yang makin sejahtera.
Demikian disampaikan pendiri Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih dalam Dialog Kebangsaan untuk Negeri di Gould Coffee & Eatery Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).
Frans menyampaikan, bahwa keberadaan SDI untuk mewadahi berbagai pemikiran dari para aktivis lintas generasi yang mencintai Indonesia.
"Kami berharap SDI menjadi rumah besar bagi aktivis lintas generasi dan mengajak berdialog soal kebangsaan untuk menghasilkan pandangan baru dan hal-hal baik bagi Indonesia yang lebih maju," kata Frans.
Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) DR. Ir. Afriansyah Noor., M.Si., IPU., saat memberikan Keynote Speech menyampaikan, "Dialog seperti ini sangat penting untuk mengawal kemerdekaan bangsa Indonesia yang sudah menginjak usia 81 tahun."
Afriansyah berharap, SDI turut andil memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan Indonesia yang lebih baik.
"Sebab bagaimana pun SDI di belakangnya ada embel-embel `Institute` sehingga tidak bisa dipisahkan dengan kajian-kajian ilmiah," ujarnya.
Afriansyah juga menyampaikan masifnya transpormasi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang banyak mempengaruhi berbagai bidang, termasuk bidang ketenagakerjaan.
"Salah satu dampaknya, saat ini ijazah perguruan tinggi tidak lago menjadi modal tunggal untuk memasuki dunia kerja.
"Industri kini lebih memprioritaskan tenaga kerja yang memiliki kompetensi nyata, adaptif, dan siap kerja," ujarnya.
Dengan demikian, lanjutnya, sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang.
Menurutnya, sertifikasi merupakan bukti konkret kemampuan pekerja dalam menyesuaikan diri dengan dinamika industri yang berubah cepat.
"Tanpa keterampilan yang teruji, tenaga kerja lokal akan sulit menghadapi persaingan global yang kian ketat," katanya.
Pemerintah, kata Afriansyah, telah cukup banyak melakukan antisifasi transformasi digital dan teknologi AI. Di antaranya, pemerintah kembali menggulirkan program MagangHub (Pemagangan Nasional) sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan keterampilan (skill gap) dan ketidaksesuaian (mismatch) antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia usaha.
"Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen terus mencetak SDM unggul yang siap langsung diterjunkan ke berbagai sektor industri modern, " ujarnya.
Penghargaan SDI
Dialog Kebangsaan untuk Negeri yang mengambil tema "Kedaulatan Indonesia dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat" dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diisi juga dengan pemberian penghargaan dari SDI kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki peran dalam upaya memajukan Indonesia.
Penghargaan diberikan antara lain kepada: Wakil Menteri Tenaga Kerja DR. Ir. Afriansyah Noor, M.Si., IPU., sebagai Tokoh Muda Peduli Buruh; Dr. Ariawan, S.AP., M.H., M.A., sebagai Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif; DR. Hendrajit, S.I., sebagai Tokoh Outstanding Geopolitical Thinker & Strategic Nation-Building Cobtributor; Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Tokoh Pergerakan Indonesia: Pelopor Kedaulatan Ekologis & Kesejahteraan Rakyat; Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono sebagai Tokoh Transformasi Koperasi Modern Indonesia.