Pasukan Israel terus melakukan serangan dan penangkapan di Tepi Barat yang diduduki. (FOTO: GETTY IMAGE)
JAKARTA - Pasukan militer Israel melancarkan gelombang penggerebekan masif di sejumlah wilayah Tepi Barat pada Rabu (19/8), menyisir kediaman warga serta menahan belasan warga Palestina, termasuk seorang wartawan.
Berdasarkan laporan kantor berita Palestina, Wafa, tentara Israel menggerebek beberapa rumah dan menangkap seorang pemuda dari kamp pengungsi Qalandiya yang terletak di antara Yerusalem dan Ramallah. Pemerintah Daerah Yerusalem menyatakan identitas pemuda tersebut hingga kini masih diidentifikasi.
Sementara itu di Bethlehem, pasukan Israel menahan dua warga Palestina, salah satunya berprofesi sebagai jurnalis.
Militer Israel turut menggerebek wilayah Ras al-Ain di Nablus. Dalam penggerebekan tersebut, prajurit Israel menganiaya seorang pria berusia 28 tahun hingga harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.
Sumber keamanan menyebutkan bahwa pasukan Israel juga menyergap sejumlah kediaman di kamp Balata, Nablus timur, dan menahan satu orang. Di lingkungan Kroum Ashour, Nablus, petugas menangkap tiga orang, termasuk dua orang kakak beradik, tulis laporan Wafa.
Di Hebron selatan, delapan warga Palestina ditangkap dari Kota ad-Dhahiriya. Sumber lokal mengonfirmasi bahwa pasukan Israel menggeledah beberapa rumah serta mendirikan pos pemeriksaan militer di berbagai titik di wilayah Hebron.
Di Qalqilya, tentara Israel menahan enam orang dari Kota Azzun usai menggeledah barisan rumah warga. Adapun di Deir al-Ghasoun, sebelah utara Kota Tulkarem, dua orang dilaporkan turut ditangkap.
Di sisi lain, kelompok pemukim ilegal Israel di Qusra, utara Nablus, terus mengepung warga Palestina selama 11 hari berturut-turut dengan dukungan penuh dari militer Israel. Wafa melaporkan tiga rumah milik keluarga Palestina saat ini berada dalam kondisi terkepung dan mengalami krisis air bersih lantaran para pemukim sengaja menghalangi aliran air ke kediaman mereka.
Sumber: Aljazeera