Para pemukim Israel memadamkan api di dekat pos pemukim, dekat kota Palestina Taybeh di Tepi Barat yang diduduki Israel, 17 Juli 2026 (Reuters/Ammar Awad/File Photo)
Jakarta, Jurnas.com - Militer Israel menutup akses ke Desa Taybeh di Tepi Barat bagi warga non-lokal pada Minggu (9/8). Langkah tersebut diklaim bertujuan untuk mencegah maraknya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina di seantero Tepi Barat.
Pihak militer menegaskan bahwa perintah pembatasan ini hanya berlaku bagi warga Israel dan tidak menyasar penduduk Palestina setempat. Juru bicara militer menyebut penetapan status zona militer tertutup di Taybeh diambil "akibat maraknya serangan kekerasan oleh oknum warga Israel di kawasan tersebut."
"Setelah menerima laporan mengenai pelanggaran atas perintah ini, prajurit IDF akan dikerahkan ke lokasi untuk membubarkan kerumunan dan menahan para tersangka demi melindungi warga serta menjaga ketertiban," bunyi pernyataan resmi militer Israel.
Desa Taybeh merupakan salah satu dari sedikit desa mayoritas Kristen yang tersisa di Tepi Barat. Tahun lalu, desa bersejarah ini sempat dikunjungi oleh Patriark Ortodoks Yunani dan Kardinal Katolik Roma dari Yerusalem.
Desa ini juga menjadi markas bagi Taybeh Brewing Co, yang luas dikenal sebagai pabrik bir mikro tertua di kawasan Timur Tengah.
Menanggapi eskalasi aksi kekerasan terhadap warga Palestina, sejumlah negara Barat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap kelompok-kelompok pemukim Israel.
Pada Juni lalu, kelompok pemukim Israel dilaporkan menghalangi upaya warga Palestina dan petugas pemadam kebakaran yang tengah memadamkan kebakaran hebat di dekat Taybeh. Pastor setempat menggambarkan insiden tersebut sebagai bagian dari "pola intimidasi dan kekerasan tanpa alasan yang terjadi secara terus-menerus" yang merusak hak-hak dasar warga.
Hasil penyelidikan PBB yang dirilis pada Selasa mengungkap bahwa otoritas Israel terlibat langsung dalam gelombang serangan pemukim yang mengakibatkan tewasnya, luka-lukanya, hingga pengungsian warga Palestina di Tepi Barat. Misi diplomatik Israel di Jenewa membantah temuan laporan tersebut dan mengklaim bahwa jajaran pejabat tinggi Israel, termasuk presiden dan perdana menteri, telah berulang kali mengecam aksi kekerasan terhadap warga Palestina.
Secara administratif, sebagian wilayah Taybeh masuk dalam Area B, di mana Otoritas Palestina memegang kendali sipil, namun koordinasi keamanan tetap berada di bawah kendali otoritas Israel.
Tepi Barat dan Yerusalem menjadi rumah bagi sekitar 50.000 umat Kristen Palestina—komunitas keagamaan yang telah bermukim sejak zaman kuno di wilayah yang menyimpan banyak situs suci paling penting bagi iman Kristiani.