• Info MPR

SMAN 2 Nabire Melaju ke Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 02/08/2026 15:15 WIB
SMAN 2 Nabire Melaju ke Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI SMA Negeri 2 Nabire berhasil menjuarai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Tengah dan melaju pada Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI yang akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (Foto: Humas MPR)

NABIRE – Bangkit dari kegagalan pada penyelenggaraan tahun lalu, SMA Negeri 2 Nabire berhasil menjuarai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Tengah.

Kemenangan tersebut memastikan SMAN 2 Nabire menjadi wakil Provinsi Papua Tengah pada Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI yang akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada pertengahan Agustus 2026.

Kompetisi yang berlangsung di Aula Gereja Katolik KSK, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Sabtu (1/8/2026), mempertemukan sembilan sekolah terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kota di Papua Tengah.

Kesembilan sekolah tersebut terdiri atas SMAN 2 Nabire, SMAN 1 Nabire, SMAN 1 Plus KPG Nabire, SMA Kristen Anak Panah Nabire, SMKN 1 Agribisnis dan Agro Teknologi Nabire, SMKS Kristen Anak Panah Tik Nabire, SMKN 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire, SMA YPPK Adhi Luhur, dan SMAN 1 Wanggar.

Seluruh peserta tampil dengan persiapan terbaik. Persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga semifinal, di mana setiap regu harus menunjukkan penguasaan materi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Memasuki babak final, persaingan semakin sengit. Tiga sekolah yang berhasil melaju ke babak penentuan, yakni SMAN 2 Nabire (Grup A), SMAN 1 Nabire (Grup B), dan SMA YPPK Adhi Luhur (Grup C), saling beradu cepat dan tepat menjawab setiap pertanyaan.

Suasana semakin menegangkan saat memasuki babak rebutan yang memacu adrenalin para peserta sekaligus menyita perhatian para pendukung yang memenuhi ruang perlombaan.

Setelah seluruh soal selesai diperebutkan, SMAN 2 Nabire berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dengan total 125 poin dan keluar sebagai juara pertama. Sementara itu, SMA YPPK Adhi Luhur meraih 110 poin sebagai juara kedua, sedangkan SMAN 1 Nabire memperoleh 85 poin dan menempati posisi ketiga.

"Dengan demikian, Regu A dari SMA Negeri 2 Nabire keluar sebagai pemenang pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah. Selamat kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar Dewan Juri Daerah sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Ebit Rusali, S.Pd., M.Pd., M.M.

Meski belum berhasil menjadi juara, para finalis tetap menunjukkan sportivitas yang tinggi. Perwakilan SMAN 1 Nabire mengaku bersyukur dapat mengikuti kompetisi tersebut karena memberikan pengalaman sekaligus memperluas pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada MPR RI yang telah menyelenggarakan lomba ini sehingga kami dapat menambah wawasan mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami mohon maaf kepada seluruh pendukung karena belum mampu memberikan hasil terbaik. Namun kami percaya, apa yang sudah tertakar tidak akan tertukar," ungkapnya.

Hal senada disampaikan perwakilan SMA YPPK Adhi Luhur. Menurutnya, keberhasilan melangkah hingga babak final merupakan pengalaman yang sangat berharga.

"Kami bersyukur dapat berdiri hingga di titik ini. Terima kasih kepada panitia, guru pendamping, dan seluruh peserta. Menang dan kalah hanyalah hasil akhir, tetapi semangat belajar dan pengalaman yang kami peroleh jauh lebih berharga," ujarnya.

Kemenangan SMAN 2 Nabire tidak diraih dengan mudah. Guru pendamping, Risiputri Budi Nuradelia, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur karena perjuangan panjang yang dilakukan sejak tahun lalu akhirnya membuahkan hasil.

"Tahun lalu kami belum berhasil meraih juara. Namun tahun ini anak-anak tampil luar biasa. Mereka bekerja keras demi mewujudkan impian dapat mewakili Papua Tengah ke tingkat nasional di Jakarta. Bagi kami yang berada di Papua, kesempatan itu merupakan kebanggaan yang sangat besar," tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama persiapan adalah keterbatasan waktu. Bersama guru pendamping lainnya, ia tetap mendampingi latihan setelah jam pelajaran usai meskipun memiliki jadwal mengajar yang padat.

"Sebagai guru yang juga seorang ibu dari dua balita, saya bahkan beberapa kali membawa anak-anak ke sekolah agar tetap dapat mendampingi latihan. Bersama Ibu Rani, kami mendampingi mereka hingga sore hari karena melihat semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak," katanya.

Selain keterbatasan waktu, kondisi geografis serta minimnya fasilitas pendukung di daerah juga menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, semangat para siswa untuk terus belajar tidak pernah surut.

Menghadapi Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI, intensitas latihan akan ditingkatkan menjadi setiap hari setelah jam sekolah. Risiputri optimistis anak didiknya mampu bersaing dengan para juara dari seluruh Indonesia.

"Saya sangat optimistis. Tahun lalu kami hanya menjadi penonton setelah gagal di babak penyisihan. Hari ini kami membuktikan bahwa kami mampu menjadi juara tingkat provinsi. Kami akan bekerja lebih keras lagi agar dapat mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional," tegasnya.

Salah seorang peserta SMAN 2 Nabire, Lionel Alexander Woraday, mengaku perjalanan menuju gelar juara dipenuhi perjuangan yang menguras tenaga dan emosi.

"Ada masa ketika kami merasa sangat lelah karena harus belajar secara intensif. Kami bahkan beberapa kali mendapatkan dispensasi dari sekolah agar dapat memperbanyak waktu latihan. Semua itu kami jalani demi memberikan hasil terbaik," ujarnya.

Kini fokus Lionel dan rekan-rekannya tertuju pada Final Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Kalau hari ini kami membawa nama sekolah, keluarga, dan Kabupaten Nabire, maka di tingkat nasional kami membawa nama Provinsi Papua Tengah. Karena itu kami akan mempersiapkan diri jauh lebih maksimal lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Papua Tengah dibuka oleh Anggota MPR RI Kelompok DPD Daerah Pemilihan Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Fredi M. Edowai, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Adi Christianto Depparinding, beserta jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI lainnya.

Penilaian dilakukan secara objektif oleh tiga dewan juri, yakni Aten Waine (Kasubag Perundang-Undangan Wilayah II Papua Tengah, Biro Hukum Setda Provinsi Papua Tengah), Kepas Kristian Sanggenapa (Analis Hukum Ahli Pertama Biro Hukum Setda Provinsi Papua), serta Ebit Rusali (Kepala Seksi Pendidikan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah).