Sepatu hasil daur ulang life jacket yang habis masa pakainya. Foto: pelni/katakini
JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mengimplementasikan Program Upcycle Life Jacket dengan mendaur ulang life jacket yang telah memasuki aknir masa pakai menjadi produk bernilai tambah, di antaranya menjadi sepatu dan produk bernilai tambah lainnya.
Atas upayanya tersebut, PT Pelni meraih penghargaan Anugerah ESG 2026 kategori Aneka Industri yang diselenggarakan oleh IDX Channel yang diterima oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pelni Triswahyu Herlina di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pelni memanfaatkan life jacket yang telah memasuki aknir masa pakai menjadi menjadi sepatu yang hingga 70 persen komponennya berasal dari material daur ulang. Juga tote bag yang diproduksi dari pemanfaatan kembali 100 unit life jacket menjadi 50 produk baru.
Triswahyu Herlina atau akrab disapa Ina mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen Pelni dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) ke dalam strategi bisnis.
"Penerapan prinsip ESG tidak hanya menjadi bagian dari tata kelola perusahaan, tetapi juga kami wujudkan melalui program yang memberikan dampak nyata. Program Upcycle Life Jacket menunjukkan bahwa limbah operasional dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang pemberdayaan bagi masyarakat dan mitra lokal," ujar Ina melalui keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Setiap produk yang dihasilkan dari program ini mengandung sekitar 71 persen material hasil pemanfaatan limbah life jacket. Khusus untuk sepasang sepatu daur ulang, Pelni mampu memanfaatkan 227 gram material bekas yang berkontribusi mencegah emisi karbon hingga 5,244 kilogram CO2-eq serta menghemat penggunaan air sebesar 755,56 liter dibandingkan dengan proses produksi konvensional.