Ilustrasi perang antara Amerika Serikat dengan Iran. Foto: openAI
JAKARTA - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan "gelombang serangan berat terhadap Iran", sebagai balasan atas percobaan serangan rudal yang menargetkan pasukan AS sehari sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (30/7), CENTCOM mengonfirmasi bahwa armada militernya berhasil menggempur puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di kawasan Iran.
Sasaran serangan mencakup pusat-pusat komando militer, fasilitas rudal dan nirawak (drone), situs pertahanan dan pengawasan pesisir, hingga kapabilitas maritim Iran.
CENTCOM menegaskan bahwa rangkaian gempuran udara tersebut bertujuan untuk "meminimalisir lebih lanjut ancaman yang ditimbulkan oleh Iran dan kelompok proksinya terhadap pasukan Amerika, pelayaran komersial, serta negara-negara tetangga di kawasan Teluk".
Pihak CENTCOM menambahkan bahwa saat ini lebih dari 50.000 personel militer AS yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah "tetap sangat waspada, fokus, mematikan, dan siap siaga".
Diberitakan sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa pasukannya menargetkan pangkalan udara AS di Yordania dengan rudal balistik dan menghentikan tiga kapal tanker minyak yang "melanggar" di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media resminya, Sepah News, Rabu, IRGC mengatakan serangan yang dilancarkan pasukan dirgantara mereka terhadap pangkalan udara dan pusat komando utama AS di Yordania merupakan respons atas "tindakan agresi" yang dilakukan AS.
IRGC mengatakan kapal-kapal tanker tersebut, yang bergerak di sepanjang rute "tidak aman dan ilegal" di Selat Hormuz meskipun telah diberi peringatan, telah dihantam dan dihentikan oleh pasukan angkatan lautnya.